Rabu, 10 Juni 2020

Harga Emas Naik dengan Turunnya Harga Saham Dunia

Rifanfinancindo || Harga emas mengalami kenaikan pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Selasa kemarin, dengan indeks saham dunia kebanyakan melemah dalam perdagangan semalam. Kenaikan harga emas ini mengakibatkan tren turun harga emas yang telah berkembang selama di dalam grafik harian mengalami perubahan tetapi masih perlu ada tambahan untuk bisa membalikkannya.

Harga emas berjangka kontrak bulan Agustus terakhir naik $12.20 per ons pada $1,717.20. Sementara emas Antam ditawarkan beli pada Rp 875.000,- per gram, turun Rp 1000,-

Pasar saham global bervariasi namun kebanyakan melemah dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan sesi Amerika Serikat dimulai karena koreksi normal dari kenaikan yang kuat baru-baru ini. Pada hari Senin indeks Nasdaq menyentuh rekor ketinggian sementara indeks saham S&P 500 menyentuh ketinggian selama 3 bulan. Sentimen terhadap resiko dari para trader dan investor tetap bagus. Indeks optimisme usaha kecil NFIB mengalami kenaikan menjadi 94.4 pada bulan Mei dari sebelumnya 90.9 pada bulan April.

Bank Dunia memperkirakan GDP global mengalami kontraksi 5.2% pada tahun ini. Negara maju mengalami kontraksi 7%, dipimpin oleh penurunan di zona Eropa sebesar 9.1%. Proyeksi GDP yang lain memperkirakan AS mengalami pertumbuhan – 6.1%, Cina hanya berhasil naik 1.0% dan India – 3.2%. Bank Dunia mengatakan,”Ini adalah resesi pertama kalinya yang terjadi sejak tahun 1870 yang dipicu satu-satunya karena pandemik, dan terus berlangsung. Dengan ketidak pastian ini, kemungkinan penurunan akan bertambah jauh. Pertumbuhan ekonomi global baru akan mengalami rebound pada tahun 2021 dengan bertumbuh sebesar 4.2%.”


Rifanfinancindo || Kenaikan selanjutnya dari harga emas akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,725.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,730.00 dan kemudian $1,750.00. Sementara penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,700.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,680.70 dan kemudian $1,650.00.




Selasa, 09 Juni 2020

Emas naik Karena Koreksi Normal

Rifan Financindo || Harga emas naik pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat pada hari Senin kemarin, karena koreksi normal dari tekanan jual belakangan ini yang telah merusak grafik jangka pendek pasar emas. Dolar AS yang goyah di pasar forex dan naiknya harga minyak mentah adalah kekuatan “bullish” diluar pasar metal berharga yang bekerja mendukung pasar metal berharga untuk naik memulai minggu perdagangan yang sakit.

Meskipun demikian metal safe-haven ini masih tertekan dengan naiknya minat terhadap resiko dari para trader dan investor belakangan ini yang telah membuat uang mengalir ke pasar saham.

Emas berjangka bulan Agustus terakhir naik $13.50 per ons pada $1,696.40. Sementara emas Antam ditawarkan beli tidak berubah di Rp 876.000,-

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah sedikit naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Nasdaq menyentuh rekor ketinggian semalam, sementara indeks saham S&P 500 menyentuh ketinggian selama 3 bulan. Bisnis di ekonomi global utama terus dibuka kembali dan hal ini mengangkat semangat para trader dan investor.

Meskipun demikian, interaksi sosial beberapa minggu yang lalu, telah menyebabkan kenaikan di dalam infeksi Covid-19 di beberapa negara bagian AS. Sementara keresahan sipili di AS telah banyak berkurang dalam kekerasan dan sebegitu jauh paling damai.

Laporan angka NFP menguat secara mengejutkan, dimana AS menambah 2,5 juta pekerjaan, kejutan yang positip dibandingkan dengan perkiraan akan kehilangan posisi sebanyak jutaan. Tingkat pengangguran juga turun ke 13.3% dari sebelumnya 14.7%. Laporan pada hari Jumat minggu lalu ini menunjukkan bahwa ekonomi AS akan mengalami pemulihan dalam bentuk V dari kerusakan karena Covid-19. Salah seorang analis pasar mengatakan bahwa kita kemungkinan akan melihat rekor resesi yang tersingkat yang pernah terjadi di dunia. Melesetnya dalam jumlah yang signifikan perkiraan angka pekerjaan oleh para analis dan ekonom pada bulan Mei ini membangkitkan pertanyaan mengenai ketepatan asumsi yang dibuat juga oleh para bank sentral termasuk Federal Reserve pada beberapa bulan yang lalu.

Rifan Financindo || Kenaikan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,701.50 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,715.00  dan kemudian $1,732.66. Sedangkan “support” terdekat menunggu di $1,680.70 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,671.70 dan kemudian $1,650.00.

Senin, 08 Juni 2020

Harga Emas 8 – 12 Juni 2020: Peluang Membeli Di Harga Rendah?

PT Rifan Financindo || Penurunan yang berlangsung terus di dalam harga emas berjangka di Comex semakin cepat terjadi pada hari Jumat minggu lalu, dengan harga emas berjangka ditutup di bawah batas $1,700.00 untuk pertama kalinya dalam tiga minggu di $1,688.35. Penutupan harga emas di bawah level kunci $1,700 adalah peluang untuk membeli di harga yang rendah.


Pada hari Jumat minggu lalu, metal kuning sempat jatuh ke kerendahan selama enam minggu di $1,671.70, kerugian harian sebesar 2%, membukukan kerugian mingguan sebesar 4.5%.

Koreksi penurunan dari metal berharga dari ketinggian 7 tahun di $1,788.80 yang terus berlangsung pada minggu lalu, terutama digerakkan oleh sentimen “risk-on” yang menguasai pasar, ditengah ekspektasi akan “rebound” nya ekonomi lebih cepat daripada yang diperkirakan. Hal ini mengirim pasar saham global ke ketinggian beberapa bulan yang baru.

NFP AS yang memberikan kejutan yang positip mendorong naik optimism pasar lebih luas lagi dengan ekonomi AS tanpa terduga menambah 2,5 juta pekerjaan sementara tingkat pengangguran turun ke 13.3%.

Karenanya, para investor meninggalkan emas yang “safe-haven” dan memburu assets yang beresiko yang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi seperti saham, obligasi dan lainnya. Selanjutnya, laporan pekerjaan AS yang lebih kuat daripada yang diperkirakan menambah kekuatan kepada pemulihan dolar AS dari kerendahan selama tiga bulan yang berkoloborasi menambah kelemahan harga emas.

Meskipun terjadi koreksi yang cukup dalam, masih ada ruang bagi harga emas untuk naik pada minggu ini karena semua fundamental yang mendukung akan kenaikan emas masih belum lenyap. Outlook harga emas dalam jangka menengah masih tetap “bullish” ditengah ketegangan AS – Cina yang tetap tinggi. Terlebih lagi uang yang dipompa ke ekonomi dari stimulus moneter dan fiskal oleh bank-bank sentral utama dunia dan pemerintah, dalam usaha untuk menopang pertumbuhan ekonomi kemungkinan bisa membuat pergerakan naik harga emas tetap bertahan. Dengan pemulihan ekonomi AS berlangsung lebih cepat daripada yang diperkirakan, jumlah uang beredar yang banyak akan membuat tekanan inflasi yang pada akhirnya akan mendorong naik harga emas.

8 dari 17 suara di Wall Street atau 47%, memandang harga emas akan naik pada minggu ini, dengan 6 suara atau 35% memprediksi harga akan turun sedangkan sisanya 3 suara atau 18% memandang netral.

Dari 1.367 suara yang mengikuti polling Main Street online, 842 atau 62% memandang emas akan naik minggu ini sementara 282 atau 21% memandang emas akan turun dan sisanya 243 atau 18% memandang netral.

Dari segi tehnikal, ada “support” yang kuat di sekitar $1,660 -70. Setiap kali harga emas mendekati level ini, adalah kesempatan untuk membeli di harga yang rendah.

PT Rifan Financindo || Apabila “support” yang kuat di $1,665.06 berhasil dilewati, harga emas akan bisa lanjut turun ke $1,657.46 dan kemudian $1,645.00. Sebaliknya kenaikan kembali harga emas pada minggu ini akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,700.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,710.89 dan kemudian $1,723.66.  

Jumat, 05 Juni 2020

Harga Emas Naik karena Pembelian “Bargain-Hunting”

Rifan Financindo || Harga emas naik solid pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Kamis kemarin, setelah aksi jual yang tajam pada hari Rabu bertemu dengan pembelian  “bargain – hunting”. Melemahnya pasar saham juga mendukung metal yang “safe-haven”. Emas berjangka bulan Agustus terakhir naik $14.50 per ons pada $1,719.00.


Data klaim pengangguran mingguan AS menunjukkan angka 1.88 juta yang adalah sesuai dengan yang diperkirakan. Laporan employment nasional ADP AS untuk bulan Mei muncul mengejutkan dengan kehilangan pekerjaan hanya 2,7 juta sementara diperkirakan sebesar dibawah 9 juta.

ECB mengumumkan pertambahan dana terhadap Pandemic Emergency Purchase Program (PEPP) senilai €600 sehingga sekarang mencapai €1.35 triliun. ECB membawa program pembelian obligasi mencapai €1.3 triliun ini dalam usaha untuk membantu negara-negara anggota untuk membangun kembali ekonominya setelah dihantam pandemik coronavirus.

Pasar saham global bervariasi menuju ke penurunan dalam perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai, setelah sempat menyentuh ketinggian selama 3 bulan pada hari Rabu.

Hal penting diluar pasar metal kemarin adalah naiknya indeks dolar AS pada awal perdagangan karena koreksi naik setelah mencapai kerendahan selama 11 minggu pada hari Rabu.

Rifan Financindo || Kenaikan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,725.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,738.90 dan kemudian $1,761.00. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan $1,700.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,690.30 dan kemudian $1,668.40. 




Kamis, 04 Juni 2020

Forex GBP/USD Momentum Naik ditengah Kondisi “Overbought”

PT Rifan Financindo || GBP/USD mengkonsolidasikan keuntungan yang terakhir sedikit dibawah 1.26 ditengah melemahnya dolar AS. Optimisme akan pembukaan kembali ekonomi adalah penggerak turun dari dolar AS dan menyebabkan GBP kembali naik.

Pembicaraan antara Uni Eropa dan Inggris terus berlanjut via video dan akan berakhir pada hari Jumat. Brusel memiliki harapan atas terjadinya intervensi yang dramatis oleh Johnson yang mirip dengan kesepakatannya yang mengijinkan bea masuk di perbatasan antara Irlandia Utara dengan sisa dari Inggris yang lain.

PM Johnson akan bertemu dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di bulan Juni nanti. Apakah Inggris akan tetap mendesak tidak akan memperpanjang periode transisi melewati akhir tahun ini dengan potensi akan mundur kembali ke peraturan WTO?

Dengan AS sedang fokus mengatasi protes di negaranya, pergerakan Cina untuk mendapatkan lebih banyak kekuasaan di Hong Kong dan protes di dalamnya telah lenyap dari berita-berita utama. Namun, Johnson telah mengangkat suar terhadap pelanggaran hak azazi manusia di bekal koloninya tersebut.

Hal itu bisa memperburuk hubungan dengan Beijing disaat Inggris sedang memerlukan lebih banyak partner global setelah Brexit.

Statistik coronavirus terus membaik di Inggris meskipun dengan kecepatan yang tetap rendah. Penyakit menular ini kebanyakan menimpa kaum minoritas.

Protes terhadap diskriminasi rasial terus berlangsung pada hari berikutnya di Amerika, namun dengan nada yang lebih kalem. Meskipun ada demonstran yang melanggar jam malam dalam beberapa kasus, barisan demonstran kebanyakan berlangsung damai, dan juga Presiden Donald Trump telah menurunkan nada retorikanya. Mundur dari ancaman untuk menurunkan militer.

Keresahan sosial ini telah mendorong para pembuat undang-undang di Capitol Hill mempercepat pembicaraan mengenai paket kelegaan berikutnya – kemungkinan dibawah $3 triliun yang didorong oleh Demokrat, namun berpotensi diatas batas $1 triliun.

Demonstrasi-demonstrasi dan pembukaan kembali kegiatan ekonomi yang tanpa penurunan substansial di dalam kasus coronavirus menunjukkan bahwa AS masih beresiko mengalami gelombang kedua dari coronavirus. Meskipun demikian, hal ini masih membutuhkan waktu untuk menjadi material dan para investor tetap optimisme mengenai kembali ke normal.

Harapan akan stimulus dari Federal Reserve mendorong naik harga saham dan membebani dolar AS yang “safe-haven”.

Laporan employment nasional ADP AS untuk bulan Mei muncul mengejutkan dengan kehilangan pekerjaan hanya 2,7 juta sementara diperkirakan sebesar dibawah 9 juta.

PT Rifan Financindo || Momentum tetap naik namun Relative Strength Index diatas 70 yang menunjukkan kondisi “overbought” dan potensi turun. Kenaikan selanjutnya akan berhadapan dengan 1.2645 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2720 dan kemudian 1.2780. Penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di 1.2580 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2510 dan kemudian 1.2460..


Rabu, 03 Juni 2020

Harga Emas Stabil ditengah Permintaan Safe-Haven & Kenaikan Saham

Rifanfinancindo ||  Harga emas mendekati stabil pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat pada hari Selasa kemarin. Metal “safe-haven” ini di dukung oleh permintaan “safe-haven” dengan turunnya dolar AS ditengah keresahan sipil yang di Amerika. Hal yang membatasi kenaikan dari harga metal kuning ini adalah pasar saham dimana para trader seperti tidak mau tahu dengan keresahan sipil yang terjadi dan mereka terus mendorong naik harga-harga saham.


Emas berjangka bulan Agustus hanya naik $1.20 per ons pada $1,751.70. Sementara emas Antam ditawarkan beli Rp 920.000,- per gram, naik Rp 6000,-

Pasar saham kebanyakan menguat pada perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Pasar saham saat ini nampaknya mengabaikan awan badai yang besar yang sedang mengamuk termasuk pandemik Covid-19 yang membuat ekonomi dunia menciut luarbiasa, perang dingin yang mengancam diantara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia – Amerika Serikat dan Cina dan keresahan sipil di AS yang telah meledak menjadi kekerasan yang belum pernah terjadi lagi sejak lebih dari 50 tahun yang lalu.

Sebagian Gubernur telah memanggil National Guard sementara New York dan kota-kota besar lainnya mengenakan jam malam. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menurunkan militer dan laporan mengatakan bahwa sudah disiapkan undang-undang keadaan darurat perang.

Banyak pengamat pasar menganggap menguatnya pasar saham dunia semata-mata disebabkan suntikan yang sangat besar dari stimulus moneter oleh bank sentral-bank sentral utama dunia ke dalam ekonomi dimana uang ini pada mengalir ke saham.

Indeks dolar AS pada awal perdagangan menyentuh kerendahan 2 ½ bulan. Penurunan dolar AS ini sebagian disebabkan oleh karena keresahan sipil di Amerika Serikat.

Rifanfinancindo || Kenaikan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,761.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775.00 dan kemudian $1,789.00. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,737.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,725.00 dan kemudian $1,700.00. 

Selasa, 02 Juni 2020

Harga Emas 3 Stabil ditengah Permintaan Safe-Haven & Kenaikan Saham

Rifan Financindo || Harga emas mendekati stabil pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat pada hari Selasa kemarin. Metal “safe-haven” ini di dukung oleh permintaan “safe-haven” dengan turunnya dolar AS ditengah keresahan sipil yang di Amerika. Hal yang membatasi kenaikan dari harga metal kuning ini adalah pasar saham dimana para trader seperti tidak mau tahu dengan keresahan sipil yang terjadi dan mereka terus mendorong naik harga-harga saham.

Emas berjangka bulan Agustus hanya naik $1.20 per ons pada $1,751.70. Sementara emas Antam ditawarkan beli Rp 920.000,- per gram, naik Rp 6000,-

Pasar saham kebanyakan menguat pada perdagangan semalam. Indeks saham AS mengarah naik pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai. Pasar saham saat ini nampaknya mengabaikan awan badai yang besar yang sedang mengamuk termasuk pandemik Covid-19 yang membuat ekonomi dunia menciut luarbiasa, perang dingin yang mengancam diantara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia – Amerika Serikat dan Cina dan keresahan sipil di AS yang telah meledak menjadi kekerasan yang belum pernah terjadi lagi sejak lebih dari 50 tahun yang lalu.

Sebagian Gubernur telah memanggil National Guard sementara New York dan kota-kota besar lainnya mengenakan jam malam. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menurunkan militer dan laporan mengatakan bahwa sudah disiapkan undang-undang keadaan darurat perang.

Banyak pengamat pasar menganggap menguatnya pasar saham dunia semata-mata disebabkan suntikan yang sangat besar dari stimulus moneter oleh bank sentral-bank sentral utama dunia ke dalam ekonomi dimana uang ini pada mengalir ke saham.

Indeks dolar AS pada awal perdagangan menyentuh kerendahan 2 ½ bulan. Penurunan dolar AS ini sebagian disebabkan oleh karena keresahan sipil di Amerika Serikat. 

Rifan Financindo || Kenaikan harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “resistance” terdekat di $1,761.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,775.00 dan kemudian $1,789.00. Sedangkan penurunannya akan berhadapan dengan “support” terdekat di $1,737.60 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,725.00 dan kemudian $1,700.00.