Senin, 22 Maret 2021

Harga Emas Kian Turun, Pasar Fokus Lelang Obligasi AS Pekan Ini

 Rifan Financindo ||  Harga emas kian turun pada Senin (22/03) petang seiring penguatan dolar AS meski imbal hasil obligasi AS tenor sepuluh tahun turun dan tetap mendekati level tertinggi lebih dari satu tahun.Harga emas berjangka turun 0,43% di $1.733,30 pukul 13.12 WIB dan XAU/USD berkurang 0,70% ke $1.733,27 menurut data Investing.com.Sedangkan indeks dolar AS beranjak naik 0,11% di 92,023 pukul 13.24 WIB dan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun makin turun 3,29% di 1,675 hingga pukul 13.18 WIB.

Lelang Treasury AS untuk tenor dua, lima, dan tujuh tahun selama pekan ini juga menjadi fokus investor. Bank-bank besar AS juga harus melanjutkan menjaga lapisan tambahan modal yang menyerap kerugian dari pergerakan obligasi AS dan deposito bank sentral mulai April dan seterusnya setelah Federal Reserve AS mengatakan pada hari Jumat bahwa mereka tidak akan memperpanjang jeda sementara peraturan COVID-19 karena akan berakhir pada Maret 2021.

Ketua Fed AS Jerome Powell menegaskan dalam editorial Wall Street Journal bahwa Fed akan terus memberikan bantuan kepada perekonomian "selama dibutuhkan" lantaran pemulihan yang ada saat ini masih jauh dari kata selesai. Ia menambahkan AS akan keluar dari krisis COVID-19 "lebih kuat dan lebih baik, seperti yang telah sering kita lakukan sebelumnya".Investor juga akan mengamati BIS Innovation Summit pada sesi hari ini, di mana Powell akan masuk dalam daftar pembicara bersama kepala bank sentral lainnya termasuk Christine Lagarde dari Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England Andrew Bailey.

Powell dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen juga akan membuat penampilan bersama pertama mereka di depan Komite Jasa Keuangan DPR AS pada hari Selasa untuk bersaksi mengenai kebijakan COVID-19 dari Fed dan Departemen Keuangan AS.Di seberang Atlantik, penggantian mengejutkan gubernur bank sentral Turki Naci Agbal pada akhir pekan juga mendorong investor beralih ke safe-haven dolar. Penggantian Agbal oleh Presiden Recep Tayyip Erdoğan menjadi Sahap Kavcioglu juga menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya gejolak di pasar keuangan lain.

Rifan Financindo ||  Di Asia, People’s Bank of China mempertahankan tingkat pinjamaan utama tidak berubah sebesar 3,85% sebelumnya.Pada logam mulia lainnya, paladium turun 0,12% ke 2.611,50, perak jatuh 2,67% ke 25,617 dan platinum turun 1,16% di 1.182,25 pukul 13.19 WIB.Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp3.000 dari Rp934.000 pada hari Minggu menjadi Rp931.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.34 WIB.


 

 

Jumat, 19 Maret 2021

Harga emas spot ditutup turun ke US$ 1.736 per ons troi, yield US Treasury melesat

 NEW YORK.  PT Rifan Financindo || Harga emas melemah pada penutupan perdagangan Kamis (18/3) karena lonjakan yield obligasi Amerika Serikat (AS) dan penguatan dolar yang mendorong harga komoditas logam mulai ini koreksi. Di sisi lain, harga paladium berhasil melonjak sebanyak 7% karena permintaan yang kuat di tengah kekhawatiran gangguan pasokan.Kamis (18/3), harga emas spot ditutup melemah turun 0,5% menjadi US$ 1.736,42 per ons troi, setelah sempat menyentuh level tertingginya sejak 1 Maret di US$ 1,755.25 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman April 2021 ditutup naik 0,3% ke US$ 1.732,50 per ons troi.Yield US Treasury seri acuan untuk tenor 10 tahun melonjak di atas 1,74% untuk pertama kalinya sejak Januari 2020. Di saat yang sama, dolar AS pun melesat 0,5% dan menekan pergerakan emas.

Pernyataan Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu (17/3), yang menegaskan janji bank sentral untuk mempertahankan suku bunga  mendekati nol dalam upaya untuk mempertahankan pemulihan ekonomi di jalurnya bahkan jika inflasi menembus 2%, target tahun ini, ternyata hanya berdampak sementara bagi emas."Komentar Powell kemarin tentang suku bunga sangat mendukung emas, tetapi di sisi lain dari fakta bahwa imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun terus meningkat telah membatasi kenaikan emas," kata Bob Haberkorn,  Senior Market Strategist RJO Futures.

Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi yang bisa mengikuti langkah-langkah stimulus, tetapi yield US Treasury lebih tinggi memudarkan daya tarik dari aset safe haven ini ."Di satu sisi, ini bukanlah pertanda baik untuk investasi di emas, dan itu menciptakan tekanan ke sisi bawah. Di sisi lain, kami melihat beberapa pembeli turun," kata Commodity Strategis TD Securities Daniel Ghali.

PT Rifan Financindo || Walau emas melemah, namun harga paladium justru melonjak hingga 3,6% ke US$ 2.662,17 per ons troi, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak Februari 2020 di US$ 2.755,18 per ons troi.Nornickel Nickel Rusia, produsen terbesar paladium, memangkas perkiraan output 2021 pada hari Selasa karena genangan air di dua tambang Siberia."Gangguan pasokan, terutama di luar produsen utama, benar-benar bermain di pasar ini, bersama dengan ekspektasi lebih banyak permintaan dari sektor otomotif," lanjut Haberkorn.  




Rabu, 17 Maret 2021

Harga emas spot ditutup melemah tipis, investor menanti pernyataan The Fed


  NEW YORK. || Rifanfinancindo ||  Harga emas ditutup melemah tipis  karena tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Investor pun masih wait and see karena menunggu isyarat kebijakan dari hasil pertemuan dua hari yang dilakukan Federal Reserve.Selasa (16/3), harga emas spot turun tipis 0,02% menjadi US$ 1.731,40 per ons troi. Berbeda, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman April 2021 ditutup naik 0,1% ke level US$ 1.730,90 per ons troi.

"Emas seharusnya kembali melemah tajam dengan risiko besar yang datang jika The Fed tidak melawan pasar obligasi, Anda bisa melihat bahwa suatu hari akan terjadi penjualan panik (dalam bentuk emas)," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.Pertemuan dua hari dari Federal Open Market Committee (FOMC) akan berakhir pada hari Rabu (17/3) waktu setempat.Bank sentral AS itu diharapkan dapat kembali menegaskan janjinya untuk tetap menjaga suku bunga berada di level mendekati nol sampai perekonomian mencapai pertumbuhan penuh.

Di sisi lain, dolar AS naik tipis 0,1%, meningkatkan biaya bagi pemegang mata uang lain yang ingin membeli emas. Emas bisa naik jika yield US Treasury AS yang saat ini terus bergerak mendekati level 2% tergelincir. Hal ini bisa mengembalikan daya tarik emas sebagai tempat berlindung yang aman, Moya menambahkan."Prospek teknis jangka pendek sangat bearish dan itu mengundang pedagang profesional untuk mempersingkat pasar (emas). Butuh semacam percikan geopolitik untuk mengubah pasar ini," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

 || Rifanfinancindo || Sementara itu, harga paladium melonjak 4,4% menjadi US$ 2.493,25 per ons troi, setelah sempat mencapai level tertinggi satu tahun di US$ 2.520,31 per ons troi. Penguatan paladium terjadi karena prospek defisit pada tahun 2021.Di sisi lain, persediaan paladium pun berada pada level terendah sejak tahun 2003. "Setiap kekurangan akan berdampak besar pada harga, kata UBS dalam catatan.Norilsk Nickel Rusia, produsen paladium terbesar di dunia, pada hari Selasa memangkas perkiraan produksi 2021, mengutip komplikasi dengan dua ranjau Siberia. 



Selasa, 16 Maret 2021

Harga Emas Naik Usai Imbal Hasil Obligasi AS Menurun

 CHICAGO -  Rifan Financindo || Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena imbal hasil (yields) obligasi pemerintah AS turun dari level tertinggi. Selain itu, para investor menunggu isyarat dari pertemuan kebijakan Federal Reserve pekan ini.Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange naik USD9,40 atau 0,55% menjadi USD1.729,20 per ounce. Akhir pekan lalu, Jumat (12/3/2021), emas berjangka terkikis USD2,80 atau 0,16% menjadi USD1.719,80.

Emas berjangka naik tipis USD0,8 atau 0,05% menjadi USD1.722,60 pada Kamis (11/3/2021), setelah menguat USD4,9 atau 0,29% menjadi USD1.721,80 pada Rabu (10/3/2021), dan melonjak USD38,9 atau 2,32% menjadi USD1.716,90 pada Selasa lalu (9/3/2021)."Imbal hasil tenang pagi ini dan penurunan emas baru-baru ini dipandang sebagai peluang pembelian oleh sebagian besar orang," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, dikutip dari Antara, Selasa (16/3/2021).

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan. Saat menurun dari tingkat tertinggi lebih dari satu tahun, hal ini memulihkan daya tarik emas."Kapanpun puncak imbal hasil, itu akan menjadi dasar untuk emas," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible.
Harga emas naik karena dukungan dari penandatanganan rancangan undang-undang bantuan senilai USD1,9 triliun menjadi undang-undang. Hal tersebut memicu ketakutan inflasi, karena emas digunakan untuk lindung nilai terhadap kenaikan harga-harga.

Rifan Financindo || Meski demikian, saat ini para investor menunggu pertemuan Fed yang dimulai Selasa waktu setempat, dengan fokus pada lonjakan imbal hasil obligasi baru-baru ini, kekhawatiran tentang kenaikan inflasi dan prospek ekonomi.Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 37,7 sen atau 1,45% menjadi USD26,288 per ounce. Platinum untuk pengiriman April bertambah USD9,2 atau 0,77% menjadi USD1.209,50 per ounce. 


Senin, 15 Maret 2021

Harga Emas Naik Awal Pekan, Imbal Hasil Obligasi AS Turun

 PT Rifan Financindo || Harga emas naik pada Senin (15/03) pagi setelah jalur kebijakan stimulus terbaru di Amerika Serikat terus mendorong kekhawatiran inflasi, meskipun imbal hasil obligasi AS bergerak turun.Harga emas berjangka naik 0,28% ke $1.724,70 per troy ons pukul 11.24 WIB menurut data Investing.com.

Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp2.000 dari Rp926.000 pada Sabtu menjadi Rp924.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.06 WIB.Presiden AS Joe Biden menandatangani paket stimulus senilai $1,9 triliun menjadi undang-undang pada hari Jumat pekan lalu dan ini mendorong kenaikan imbal hasil obligasi sepuluh tahun. Imbal hasil berada di sekitar level tertinggi lebih dari satu tahun selama optimisme berkelanjutan atas pemulihan ekonomi AS dari COVID-19.

Imbal hasil obligasi acuan AS untuk tenor 10 tahun bergerak turun 0,09% ke 1,634 hingga pukul 11.19 WIB dan untuk pekan lalu, aset ini melonjak 3,05%.Di sisi bank sentral, sejumlah keputusan kebijakan akan dirilis dalam pekan ini. Federal Reserve AS akan merilis keputusan kebijakannya pada hari Rabu setempat, diikuti oleh Bank of England (BOE) pada hari Kamis dan Bank of Japan (BOE) pada hari Jumat.

Data AS yang dirilis pada hari Jumat lalu mengungkapkan Producer Price Index (PPI) naik 0,5% sebulan di bulan Februari, dibandingkan dengan perkiraan pertumbuhan 0,5% yang disiapkan oleh Investing.com. Data juga naik 2,8% setahun, berbeda dengan perkiraan 2,7%.PPI inti tumbuh 0,2% sebulan dan 2,5% setahun.

PT Rifan Financindo || Data lain yang dirilis pada hari Jumat juga menjelaskan hedge fund dan money manager mundur dari posisi bullishnya dalam kontrak emas dan perak COMEX dalam seminggu hingga 9 Maret. Data dari Bank of America Global Research mengungkap bahwa investor beralih ke saham dan mundur dari emas dan obligasi dalam seminggu hingga 10 Maret.Pada logam mulia lainnya, harga perak naik 0,51% ke 26,043 dan platinum naik tipis 0,03% ke 1.210,50 pukul 11.32 WIB. Palladium turun 0,63% di 2.342,75. 



Jumat, 12 Maret 2021

Harga Emas Berjangka Tertahan Kenaikan Bunga Obligasi AS

 JAKARTA – ( Rifanfinancindo ) Harga emas berjangka sedikit menguat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari ketiga berturut-turut dan bertahan di level tertinggi dalam seminggu terakhir, meski pertumbuhannya terganjal kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah data klaim pengangguran lebih baik dari perkiraan.Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, naik tipis USD0,8 atau 0,05% menjadi ditutup pada USD1.722,60 per ounce.

"Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun sekarang telah bangkit lagi, yang telah menstabilkan dolar dan mengambil beberapa kenaikan dari emas," kata seorang pedagang di bank investasi BMO di New York Tai Wong dilansir dari Antara, Jumat (12/3/2021)."Kami mungkin telah melihat posisi terendah jangka pendek di 1.680 dolar AS per ounce, tetapi lingkungan imbal hasil yang lebih tinggi kemungkinan akan mencegah reli yang signifikan; Mungkin kisaran USD1.700 - USD1.800 dalam waktu dekat karena pasar mencoba menemukan ekuilibrium dalam imbal hasil."

Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran pekan lalu turun ke level terendah empat bulan. Angka ekonomi yang lebih baik dari perkiraan mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun di atas 1,5%, sementara indeks dolar bergerak menjauh dari level terendah satu minggu.Data ekonomi positif yang dirilis pada Kamis (11/3/2021) membatasi pertumbuhan emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa 712.000 mengajukan klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 6 Maret, lebih rendah dari yang diharapkan 725.000 dan angka yang direvisi untuk minggu sebelumnya 754.000.

Laporan lain dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pembukaan pekerjaan AS naik menjadi 6,9 juta dari 6,7 juta pada Januari, sebuah tanda bahwa ekonomi sedang membaik. "Imbal hasil obligasi telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir di tengah kekhawatiran tentang inflasi tinggi yang muncul karena ekonomi utama dunia telah mengaktifkan keran uang mereka selama setahun terakhir," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dari stimulus yang meluas, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi tahun ini telah mengancam status tersebut karena diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan pada Kamis (11/3/2021) untuk mempercepat pembelian obligasi di bawah program pembelian darurat pandemi untuk menghentikan kenaikan biaya pembiayaan utang yang tidak beralasan.

 ( Rifanfinancindo )  Tetapi, ECB mempertahankan total pembelian obligasinya tidak berubah pada 1,85 triliun euro dan juga membiarkan suku bunga acuan tidak berubah. Emas juga berada di bawah tekanan tambahan karena ketiga indeks utama saham di Amerika Serikat naik.Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 6,3 sen atau 0,24% menjadi ditutup pada USD26,193 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD0,50 atau 0,04% menjadi menetap di USD1.202,30 per ounce.  


Rabu, 10 Maret 2021

Imbal hasil obligasi AS turun, emas melonjak tembus 1.700 dolar

 Chicago ( Rifan Financindo ) - Harga emas berjangka melonjak lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), melakukan pemulihan yang kuat dari level terendah sembilan bulan, didukung penurunan imbal hasil  obligasi pemerintah AS dan kurs dolar yang melemah
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, melonjak 38,9 dolar AS atau 2,32 persen menjadi ditutup pada 1.716,90 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (8/3/2021), emas berjangka anjlok 20,5 dolar AS atau 1,21 persen menjadi 1.678,00 dolar AS.Emas berjangka turun 2,2 dolar AS atau 0,13 persen menjadi 1.698,50 dolar AS per ounce pada Jumat (5/3/2021), setelah merosot 15,10 dolar AS atau 0,88 persen menjadi 1.700,70 dolar AS pada Kamis (4/3/2021), dan terpangkas 17,8 dolar AS atau 1,03 persen menjadi 1.715,80 dolar AS pada Rabu (3/3/2021).


"Saya tidak tahu apakah ini adalah akhir dari tren kenaikan imbal hasil, apakah ini adalah permulaan. Para pedagang emas dan perak telah menunggu ini dan melompat kembali ke pasar, juga mengingat betapa itu dan rendah,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun yang dijadikan sebagai acuan mundur dari pencapaian tertinggi lebih dari satu tahun minggu lalu, sementara dolar juga jatuh.Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap potensi lonjakan inflasi dari langkah-langkah stimulus ekonomi besar-besaran, kenaikan imbal hasil obligasi telah menantang status itu.


Emas dapat memperpanjang kenaikan dalam waktu dekat, tetapi "pada dasarnya, pendulum berayun mendukung  terutama ketika mempertimbangkan bagaimana sentimen global membaik pada peluncuran vaksin dan kasus COVID-19 turun secara global", kata Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM.Kepemilikan (reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa efek) berbasis emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, turun pada Senin (8/3/2021) ke level terendah sejak April 2020.“Arus ETF berkontribusi pada dampak yang lebih besar terhadap harga saat turun daripada saat naik. Kami memperkirakan harga emas akan mencapai 1.750 dolar AS per ounce (pada 2021), tetapi mengingat volatilitas emas baru-baru ini, perkiraan ini memiliki keyakinan yang cukup rendah," kata Societe Generale dalam sebuah catatan.


( Rifan Financindo ) Investor fokus pada pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve minggu depan. Ketua bank sentral AS Jerome Powell telah mengatakan sikap kebijakan moneter longgar Fed saat ini masih sesuai.Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 91,4 sen atau 3,62 persen menjadi ditutup pada 26,183 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 23,1 dolar AS atau dua persen menjadi menetap di 1.175,4 dolar AS per ounce.