Selasa, 09 Maret 2021

Harga emas rebound tipis ke US$ 1.686 usai berada di level terendah dalam 9 bulan

 

 SINGAPURA.  PT Rifan Financindo ||  Harga emas menguat tipis pada perdagangan hari ini karena yield US Treasury yang turun. Hal tersebut berhasil menambah tenaga bagi emas batangan setelah mencapai level terendah dalam sembilan bulan di sesi sebelumnya. Selasa (9/3) pukul 11.00 WIB, harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 1.686,86 per ons troi. Harga emas telah turun lebih dari 1% menjadi US$ 1.676,10 per ons troi pada hari Senin, dan berada di level terendah sejak 5 Juni.

Serupa, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman April 2021 naik 0,4% menjadi US$ 1.684,20 per ons troi."Pembeli dip telah muncul setelah penurunan 1,15% semalam dan yield obligasi AS sedikit turun yang telah memberikan dukungan untuk logam mulia," kata analis pasar senior OANDA Jeffrey Halley.

"Secara teknikal jangka pendek, emas telah jatuh ke area oversold, wilayah yang seharusnya memberikan dukungan sementara di sesi ini, namun kenaikan kemungkinan akan terbatas pada wilayah di sekitar US$ 1.700 per ons troi," lanjut Halley. Yield US Treasury tenor 10 tahun turun tipis, dan meningkatkan daya tarik investor yang memegang emas.

PT Rifan Financindo ||  Kenaikan yang stabil dalam imbal hasil obligasi membuat kepemilikan emas kurang menarik karena investor biasanya cenderung tertarik aset yang menghasilkan pendapatan tetap dalam bentuk bunga atau dividen."Dalam lingkungan yield US Treasury yang meningkat, pemulihan pertumbuhan, peluncuran vaksin, dan investor semakin optimis prospek pertumbuhan; permintaan terhadap aset safe haven akan sulit," ujar Lachlan Shaw, National Australia Bank's head of commodity research.  



Senin, 08 Maret 2021

Harga Emas Kian Naik Pasca Lolosnya Paket Stimulus $1,9 T di Senat AS


 Rifanfinancindo || Harga emas kian naik pada Senin (08/03) petang kendati indeks dolar AS pun menguat tipis pasca lolosnya paket stimulus senilai $1,9 triliun yang diajukan Presiden AS.Keputusan Senat AS untuk meloloskan paket stimulus senilai $1,9 triliun juga meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Paket stimulus, yang disahkan pada hari Sabtu, termasuk dana senilai $400 miliar dalam pembayaran satu kali sebesar $1.400 kepada banyak warga Amerika.

Harga emas berjangka terus naik 0,23% ke $1.702,40 per troy ons pukul 13.42 WIB dan XAU/USD makin naik 0,38% ke 1.706,32 menurut data Investing.com. Indeks dolar AS menguat tipis 0,08% ke 92,067 tetapi melemah terhadap mata uang eksportir komoditas utama karena meningkatnya taruhan investor pada negara-negara yang mendapat keuntungan dari kenaikan harga minyak, logam, dan barang lainnya.

Peningkatan sentimen dari lolosnya paket stimulus di AS dan penurunan dolar membantu harga emas, ahli strategi DailyFX Margaret Yang mengatakan kepada Reuters.

"Inflasi pasti akan naik" karena kenaikan harga minyak dan logam dasar, Yang menambahkan, mengingat beberapa cek dana individu juga dapat digunakan untuk investasi dana yang diperdagangkan di bursa emas guna melindungi nilai terhadap inflasi di masa depan.

Imbal hasil sepuluh tahun AS juga memberi dorongan pada logam kuning. Pukul 13.47 WIB, nilainya terus melonjak 2,25% ke 1,589.

 Rifanfinancindo || "Emas telah dilemahkan oleh optimisme ekonomi yang membaik atas pemulihan ekonomi yang kuat dan kenaikan lebih cepat dari yang diantisipasi dalam imbal hasil obligasi," kata kepala strategi pasar global Axi Stephen Innes dalam catatan.Namun, "pasar (emas) kemungkinan telah jatuh terlalu tajam, terlalu cepat", catatan itu menambahkan.Untuk logam mulia lainnya, perak masih naik 1,02% ke 25,545, paladium terus naik 0,69% ke 2.339,00 dan platinum menguat 0,83% ke 1.138,55 pukul 13.52 WIB. 


Jumat, 05 Maret 2021

Harga Emas Masih Turun, Komentar Fed Bikin Dolar AS Terus Naik

 Rifan Financindo || Harga emas masih turun pada Jumat (05/03) petang, mendekati level terendah sembilan bulan dan menuju penurunan mingguan ketiga berturut-turut. Ketua Federal Reserve AS Jerome Powel kembali mengecewakan investor dengan pandangannya tentang imbal hasil obligasi yang mendorong kenaikan dolar AS dan imbal hasil obligasi.Harga emas berjangka terus turun 0,21% ke $1.697,20 per troy ons pukul 14.58 WIB menurut data Investing.com. Untuk sepekan harga emas telah jatuh 1,9%. Sedangkan dolar AS kian menguat 0,13% di 91,765.

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun berbalik turun 0,19% di 1,547 hingga pukul 14.49 WIB.Powell mengulangi janjinya untuk menjaga tingkat kredit tetap longgar dalam pidatonya di pertemuan pekerjaan Wall Street Journal pada hari Kamis dan menambahkan bahwa meskipun kenaikan imbal hasil adalah hal "penting", ia tidak menganggapnya sebagai langkah yang "tidak teratur".

Terkait data ekonomi, 745.000 pengangguran awal AS diajukan selama seminggu terakhir, lebih rendah dari 750.000 klaim menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com tetapi naik dari 736.000 klaim yang diajukan selama pekan sebelumnya. Laporan ketenagakerjaan AS bulan Februari, termasuk gaji non-pertanian, akan diumumkan pada hari ini.Sementara itu, Dewan Emas Dunia mengatakan bahwa jumlah emas yang dipegang oleh dana yang diperdagangkan di bursa turun 84,7 ton menjadi senilai $4,6 miliar pada Februari, dan CME Group Inc menurunkan margin untuk kontrak COMEX 100 Gold Futures sebesar 9,1%.

Rifan Financindo ||
Untuk logam mulia lainnya, perak turun 0,73% ke 25,275, palladium juga turun 0,55% di 2.330,00 dan platinum turun 0,88% ke 1.125,30 pukul 14.56 WIB.Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp5.000 dari Rp923.000 pada Kamis menjadi Rp918.000 hingga Jumat pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.28 WIB.Harga emas tumbang ke bawah level US$ 1.700 per ons troi untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan. Kenaikan yield US Treasury menyebabkan investor bisa melirik instrumen tersebut daripada membeli emas. Harga emas menyentuh level terendah sejak Juni 2020.  



Kamis, 04 Maret 2021

Harga Emas Kembali Turun Kamis Pagi, Sempat Uji $1.700 Sesi Rabu

 PT Rifan Financindo  || Posisi beli emas belum dapat melepaskan tekanannya dengan bergerak turun Kamis (04/03) petang setelah kontrak berjangka sempat menembus di bawah titik support kunci $1.700 pada perdagangan Rabu (03/03).“Saya tidak yakin saya bisa menyebutkan aset keuangan yang lebih dibenci saat ini selain emas,” kata Adam Button, mengomentari ForexLive. “Saya pikir ada alasan bergerak di kisaran $1670-$1700 karena gambaran fundamentalnya berkilau. Tapi saat ini ia menangkap pisau yang jatuh."

Joel Frank sependapat dalam blog yang diposting di FXStreet. "Tren bearish emas kembali memegang kendali," tulisnya. "Risiko mungkin condong ke sisi bawah menuju laporan pasar tenaga kerja resmi hari Jumat."Harga emas berjangka di Comex New York kembali turun 0,34% ke $1.709,90 per troy ons pukul 09.53 WIB dan sempat menyentuh level terendah di $1.699,95 pada sesi sebelumnya.

Sedangkan harga emas Antam (JK:ANTM) kembali turun Rp5.000 dari Rp928.000 pada Rabu menjadi Rp923.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.36 WIB.Sejak 22 Februari, patokan emas berjangka telah kehilangan hampir $93, atau sekitar 5%. Pada perdagangan Selasa, satu-satunya sesi positif dalam tujuh terakhir, naik hanya sekitar $10, atau sebesar 0,6%. Indeks Dolar AS juga naik tipis 0,07% ke 91,067 pagi ini sehingga menambah tekanan ke bawah bagi emas.

Baik imbal hasil obligasi dan dolar melonjak setelah Presiden Joe Biden menaikkan standar program vaksinasi Covid-19 pada hari Selasa, dengan menyatakan ia berharap semua orang dewasa Amerika dapat diimunisasi dari virus pada akhir Mei - dua bulan lebih cepat dari target sebelumnya. Pemulihan yang lebih cepat dari pandemi akan mendorong minat terhadap target risiko, yang sangat membebani aset safe haven seperti emas.

Analis mengatakan beberapa posisi dalam emas dapat bertahan untuk harapan kenaikan inflasi dari cek dana bantuan Covid-19 yang akan dikirim oleh pemerintahan Biden ke warga Amerika pada pertengahan Maret, jika rencana stimulus presiden senilai $1,9 triliun untuk pandemi disahkan pada minggu depan.Emas kemungkinan juga mendapat sokongan jika Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memberikan prospek ekonomi yang kurang menguntungkan ketika ia berbicara di acara daring yang diselenggarakan oleh The Wall Street Journal pada hari Kamis.

PT Rifan Financindo  || Tetapi acara besar untuk emas masih akan menjadi hari Jumat, kala Departemen Tenaga Kerja AS merilis angka pekerjaan AS untuk Februari. Konsensus pasar adalah untuk menciptakan pertumbuhan 180.000 pekerjaan bulan lalu, di atas ekspansi 49.000 di bulan Januari. Pertumbuhan yang jauh lebih tinggi lagi dapat membebani logam kuning."Angka yang kuat bisa mendorong emas turun di bawah angka yang besar dan berpeluang untuk memperpanjang tren penurunan menuju resistensi di wilayah $1660-70," ungkap Frank dari FXStreet. 


Rabu, 03 Maret 2021

Harga emas turun tipis setelah rebound dari level terendah tujuh bulan

 JAKARTA. Rifanfinancindo ||  Harga emas turun di awal perdagangan pagi ini setelah kemarin rebound dari level terendah sejak Juni 2020. Rabu (3/3) pukul 7.25 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.736,34 per ons troi.Harga emas ini turun 0,12% jika dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.738,36 per ons troi. Harga emas kemarin menguat 0,77% dari level terendah sejak Juni 2020 atau dalam tujuh bulan terakhir."Harga emas melonjak mendekati sesi tertinggi karena imbal hasil dan penurunan kurs dolar AS," kata Tai Wong, trader di BMO kepada Reuters.

Wong menambahkan bahwa kenaikan harga emas kemarin dari posisi terendah menunjukkan bahwa investor dan spekulan jangka pendek sedang melakukan bargain-hunting atau beli saat harga turun dan memicu short-covering atau menutup posisi short juga. "Penutupan di atas US$ 1.725 per ons akan dianggap kunci pembalikan," kata dia.  Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia turun 0,28% setelah mencapai level tertinggi hampir empat minggu. Pelemahan kurs dolar menyebabkan emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Mendukung emas, imbal hasil US Treasury acuan turun dari level tertinggi dalam satu tahun. Sementara Wall Street kemarin pun turun. Tiga indeks utama pasar saham AS kompak melemah. "Dilema utama saat ini untuk kenaikan emas adalah kenaikan imbal hasil Treasury AS jangka pendek," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.  Haberkorn mengungkapkan bahwa Federal Reserve bersikap sangat akomodatif dengan stimulus, dengan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lama. "Tapi saat ini kita harus menghadapi kenaikan suku bunga jangka pendek ini," ungkap dia.

Rifanfinancindo ||  Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Tapi imbal hasil yang lebih tinggi mengancam status tersebut karena meningkatkan opportunity cost untuk memegang emas batangan. Pelaku pasar terus mencermati kelanjutan stimulus US$ 1,9 triliun, yang akan dibahas di Senat AS minggu ini.   



Selasa, 02 Maret 2021

Berkah Harga Emas Turun, Inflasi Inti Februari Melandai

  JAKARTA -  Rifan Financindo || Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2021 sebesar 0,10% (mtm). Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 0,26% (mtm).Perkembangan ini dipengaruhi oleh perlambatan inflasi kelompok inti dan deflasi kelompok volatile food, di tengah kenaikan inflasi kelompok administered prices. Secara tahunan, inflasi IHK Februari 2021 tercatat 1,38% (yoy), menurun dari inflasi bulan lalu sebesar 1,55% (yoy).

Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan, Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah. "Kita perkuat koordinasi, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna mengendalikan inflasi 2021 sesuai kisaran targetnya sebesar 3,0%±1%," ujar Erwin di Jakarta, Selasa (2/3/2021).Inflasi inti Februari 2021 tercatat 0,11% (mtm), menurun dari inflasi bulan Januari 2021 sebesar 0,14% (mtm). Penurunan inflasi inti tersebut didorong oleh penurunan inflasi komoditas emas perhiasan, seiring perlambatan inflasi emas global yang berlanjut.


Secara tahunan, inflasi inti tercatat tetap rendah sebesar 1,53% (yoy), sedikit melambat dari inflasi Januari 2021 sebesar 1,56% (yoy). Inflasi inti yang tetap rendah tidak terlepas dari pengaruh permintaan domestik yang belum kuat, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi.Kelompok volatile food pada Februari 2021 mengalami deflasi 0,01% (mtm), atau lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,15% (mtm). Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh deflasi komoditas daging dan telur ayam ras.

Perlambatan inflasi kelompok volatile food tersebut didorong oleh meningkatnya pasokan domestik dan moderasi kenaikan harga komoditas pangan global, di tengah permintaan domestik yang belum kuat. Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar 1,52% (yoy), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,82% (yoy)


Rifan Financindo || Kelompok administered prices pada Februari 2021 mengalami inflasi sebesar 0,21% (mtm), meningkat dari realisasi bulan sebelumnya yang deflasi sebesar 0,19% (mtm). Inflasi kelompok ini terutama didorong oleh kenaikan tarif di beberapa ruas jalan tol dan kenaikan tarif angkutan udara beberapa maskapai penerbangan. Secara tahunan, komponen administered prices inflasi sebesar 0,66% (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,34% (yoy).  




Senin, 01 Maret 2021

Harga emas spot naik 1%, dolar yang melemah dan kegembiraan stimulus AS

 JAKARTA. PT Rifan Financindo ||  Harga emas naik 1% pada hari Senin (1/3), pulih dari level terendah lebih dari delapan bulan pada sesi sebelumnya. Melemahnya dolar dan Amerika Serikat (AS) meloloskan paket stimulus US$ 1,9 triliun jadi pendongkraknya.Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,9% menjadi US$ 1.749,77 per ons pada 0317 GMT, setelah mencapai level terendah sejak Juni di US$ 1.716,85 pada hari Jumat. Sedangkan, harga emas berjangka AS naik 1% menjadi US$ 1.746,70.

Harga emas jatuh 3% pada hari Jumat, membukukan penurunan bulanan terbesar sejak November 2016 pada Februari, karena lonjakan imbal hasil obligasi AS."Pembalikan dari tren imbal hasil yang lebih tinggi dan dolar yang lebih lemah memungkinkan emas untuk bergerak sedikit lebih tinggi," kata Stephen Innes, kepala analis pasar global di perusahaan jasa keuangan Axi, menambahkan bahwa stimulus AS juga mendukung harga emas lebih lanjut.

Presiden AS Joe Biden mencetak kemenangan legislatif pertamanya ketika DPR mengesahkan paket bantuan virus corona senilai US$ 1,9 triliun pada Sabtu pagi.Dolar tergelincir dari level tertinggi satu minggu di sesi sebelumnya, meningkatkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kemungkinan besar dihasilkan dari stimulus, sementara imbal hasil obligasi yang lebih tinggi menantang status itu.

Di sisi teknis, level psikologis US$ 1.700 sangat signifikan, sedangkan kisaran US$ 1.760- US$ 1.765 merupakan rintangan penting bagi emas untuk naik lebih lanjut, kata Innes.Sementara itu, kepemilikan di dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, turun 0,6% pada hari Jumat ke level terendah sejak Mei 2020.

PT Rifan Financindo || 
Spekulan memangkas posisi bullish mereka dalam kontrak emas dan perak COMEX dalam seminggu hingga 23 Februari, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan pada hari Jumat.Di tempat terpisah, harga perak naik 0,8% menjadi US$ 26,82 per ons troi, paladium naik 1,2% menjadi US$ 2.345,96, dan Platinum naik 2% menjadi US$ 1.212,33.