Selasa, 09 Februari 2021

Harga Emas Naik Didukung Harapan Stimulus Covid-19 USD1,9 Triliun

 CHICAGO -  PT Rifan Financindo ||  Harga emas melonjak lebih dari 1% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Hal ini memperpanjang kenaikan emas dalam duat hari berturut-turut. Ekspektasi terhadap paket stimulus ekonomi AS yang besar juga mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange naik USD21,2 atau 1,17% menjadi USD1.834,20 per ounce. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (9/2/2021).

Presiden AS Joe Biden dan Partai Demokrat membahas paket bantuan Covid-19 senilai USD1,9 triliun. Anggota parlemen pun menyetujui garis besar anggaran yang akan memungkinkan mereka memperkuat rencana tersebut tanpa dukungan dari Partai Republik.

Kongres AS telah mengisyaratkan bahwa pihaknya akan mengesahkan RUU stimulus ekonomi dalam beberapa hari mendatang untuk mengurangi efek pandemi Covid-19 pada perekonomian. Ini menambah dukungan ekstensif pada emas karena Kongres memompa banyak uang ke dalam perekonomian, dan tekanan inflasi pada akhirnya akan memengaruhi jumlah uang beredar.

Emas juga tampaknya mengambil beberapa isyarat dari lompatan lain dalam Bitcoin, setelah Tesla Inc telah menginvestasikan sekitar USD1,5 miliar dalam mata uang kripto.
Dalam laporan tahunan 2020, Tesla mungkin berinvestasi dalam aset-aset cadangan alternatif tertentu termasuk aset digital, emas batangan, exchange-traded funds emas, dan aset-aset spesifik lain.

 PT Rifan Financindo || Sementara itu, harga logam mulia lainnya, perak pengiriman Maret naik 55,7 sen atau 2,06% menjadi USD27,576 per ounce. Platinum untuk pengiriman April melonjak USD42,2 atau 3,72% menjadi USD1.175,2 dolar AS per ounce



 

Senin, 08 Februari 2021

Harga Emas Berjangka Rebound Tinggalkan Level Psikologis

 JAKARTA -  Rifanfinancindo || Harga emas melonjak pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), rebound dari penurunan tajam sehari sebelumnya, kembali bertengger di atas level psikologis USD1.800, dibantu penurunan dolar dan data yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS lebih lambat dari perkiraan yang mendukung kebutuhan akan bantuan keuangan tambahan.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi COMEX New York Exchange, melonjak USD21,8 atau 1,22% menjadi ditutup pada USD1.813,00 per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka ambrol USD43,9 atau 2,39% menjadi USD1.791,20, dilansir dari Antara, Sabtu (6/2/2021).

"Emas terus menerima dukungan terutama dari dolar dan kami memperkirakan ini akan tetap terjadi di sesi mendatang," kata Suki Cooper, analis di Standard Chartered. Dolar mundur 0,6%, membuat emas yang dihargakan dalam mata uang AS lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

"Selanjutnya, kami yakin prospek emas tetap konstruktif mengingat stimulus fiskal kemungkinan akan mengakibatkan defisit kembar AS yang besar." Pertumbuhan lapangan kerja AS rebound secara moderat pada Januari dan kehilangan pekerjaan di bulan sebelumnya lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dewan Perwakilan Rakyat AS akan mengambil persetujuan akhir pada Jumat (5/2/2021) pada anggaran yang akan memungkinkan Demokrat mendorong paket bantuan COVID-19 senilai 1,9 triliun dolar AS melalui Kongres.Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang kemungkinan didorong oleh stimulus yang meluas.

Namun untuk minggu ini harga emas turun 1,9%, penurunan terbesar sejak pekan yang berakhir 8 Januari, sebagian karena imbal hasil obligasi AS lebih tinggi yang meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.Saat investor mengalihkan fokus mereka ke prospek ekonomi AS dan melihat aset berisiko, emas mungkin melemah dalam jangka pendek, kata Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM.

Rifanfinancindo || Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 78,5 sen atau 2,99% menjadi ditutup pada USD27,019 per ounce. Harga platinum untuk pengiriman April melonjak USD30 atau 2,72% menjadi menetap di USD1.133 per ounce. 



Jumat, 05 Februari 2021

Harga Emas dan Perak Kian Turun, Dolar AS Terus Menguat

 Rifan Financindo ||  Harga emas dan perak kian turun pada Kamis (04/02) petang akibat dampak penguatan dolar Amerika Serikat dan kemajuan langkah-langkah stimulus lanjutan di AS.Harga emas berjangka turun 0,69% ke $1.822,40 per troy ons pukul 13.23 WIB dan XAU/USD turun 0,69% ke $1.821,53 menurut data Investing.com. Harga perak terus turun 1,30% di $26,540 per troy ons pukul 13.25 WIB.

Adapun indeks dolar AS makin beranjak menguat 0,22% ke 91,302 dan yield obligasi 10 tahun AS juga naik 1,34% di 1,146 pukul 13.19 WIB.Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp4.000 dari Rp947.000 pada Rabu menjadi Rp943.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.22 WIB.

Kemajuan untuk meloloskan paket stimulus senilai $1,9 triliun lewat Kongres AS terus berlanjut. Senat AS pun mulai membahas rancangan anggaran untuk tahun fiskal 2021 pada hari Selasa dan ini menjadi langkah pertama untuk mengesahkan paket yang diusulkan oleh Presiden Joe Biden pada bulan Januari.

Meskipun begitu perselisihan dengan Partai Republik mengenai nilai paket masih tetap ada, Biden mengatakan bahwa ia akan mempertimbangkan batasan yang lebih ketat atas kualifikasi untuk dana cek senilai $1.400 yang diminta dalam paket tersebut.

Presiden Federal Reserve Bank Cleveland Loretta Mester mengatakan pada hari Rabu kendati kebijakan moneter yang sangat longgar dapat mendukung ekonomi AS untuk jangka panjang, lebih banyak bantuan fiskal jangka pendek mungkin diperlukan untuk membawa ekonomi AS melewati pandemi COVID-19.Investor juga menunggu laporan gaji pekerja AS untuk Januari, termasuk gaji pekerja sektor non pertanian, yang akan dirilis pada hari Jumat.

Rifan Financindo || Bank of England (BOE) pada hari Kamis akan mengumumkan keputusan kebijakannya hari ini dan kemungkinan akan mengarahkan pandangannya terhadap prospek pemulihan ekonomi pada tahun 2021. Meskipun diharapkan bakal menjaga suku bunga dan pelonggaran kuantitatif tetap stabil, investor akan mencari petunjuk tentang kemungkinan bank sentral memperkenalkan suku bunga negatif.


 

 

Kamis, 04 Februari 2021

Harga emas dan perak turun tipis setelah serbuan trader ritel mereda


 JAKARTA. PT Rifan Financindo ||  Harga emas masih cenderung tertekan setelah kericuhan di awal pekan akibat terangkat lonjakan harga perak. Kamis (4/2) pukul 7.05 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.833,85 per ons troi, melemah tipis 0,01% dari harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.834,04 per ons troi.Harga emas turun dalam tiga hari berturut-turut setelah awal pekan menguat 0,71%. Kenaikan harga emas di awal pekan ini turut tersengat lonjakan harga perak yang melonjak 7,65% pada hari Senin (1/2) ke US$ 29,05 per ons troi.

Harga perak menguat setelah seruan di Reddit bergaya aksi trading GameStop untuk membeli perak mengangkat permintaan perak fisik dan ETF berbasis perak. Tapi, kenaikan harga perak di awal pekan ini mulai luntur.Kamis pagi hari ini, harga perak turun 0,31% ke US$ 26,81 per ons troi. Meski turun dari level tertinggi akibat spekulasi, harga perak ini masih lebih tinggi ketimbang posisi sebelum adanya keroyokan trader ritel sejak Kamis pekan lalu.

Pergerakan baru-baru ini telah menarik banyak minat baru pada perak. "Tidak cuma investor Reddit, tetapi orang-orang di luar sana yang memandang perak sebagai aset yang dinilai murah," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures kepada Reuters.Haberkorn menambahkan bahwa ada peningkatan permintaan fisik untuk perak pada saat ini.

PT Rifan Financindo || Menteri Keuangan AS Janet Yellen telah mengadakan pertemuan dengan para pejabat tinggi otoritas pasar keuangan yang dapat mengenakan regulasi pasar yang lebih ketat untuk hedge fund, investor kecil, dan pialang saham. Analis UBS, Giovanni Staunovo mengatakan, pelemahan nilai tukar dolar AS dan ekspektasi aktivitas ekonomi yang kuat di tengah kebijakan moneter longgar menjadi penyokong harga logam mulia. "Hiruk-pikuk pembelian perak baru-baru ini membuatnya jauh lebih cepat daripada yang diharapkan," kata dia. Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Maret naik 1,78% dan diperdagangkan pada USD26,872 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret naik 1,19% dan diperdagangkan pada USD3,5663 per pon


 

 

Rabu, 03 Februari 2021

Harga Emas Naik Rabu Pagi, Perak Kembali Melonjak

 Rifanfinancindo || Harga emas naik pada Rabu (03/02) pagi setelah gejolak saham GameStop (NYSE:GME) jatuh tajam pada perdagangan Selasa (02/02) setempat.Harga emas berjangka naik 0,50% di $1.842,55 per troy ons pukul 10.16 WIB dan XAU/USD naik $1.841,80 menurut data Investing.com. Harga perak berjangka melonjak 2,62% ke $27,095 setelah ditutup anjlok 8,63% di 26,878 pada Selasa.

Penurunan perak pada Selasa terjadi setelah batas margin yang lebih tinggi diberlakukan oleh regulator bursa CME yang berarti uang muka lebih besar dibutuhkan oleh siapa pun yang memperdagangkan logam tersebut. Yang juga membebani logam dan mayoritas komoditas lainnya saat itu yakni Indeks dolar AS kembali ke level tertinggi 8 minggu, tembus level 91 untuk pertama kalinya sejak awal Desember. Dolar AS menguat di tengah kemunculan tanda-tanda rintangan legislatif untuk rencana bantuan Covid-19 senilai $1,9 triliun yang diajukan pemerintahan Biden.

Indeks dolar AS stabil di level 91,023 pukul 10.27 WIB.Meskipun terkoreksi, perak Maret tetap mencatatkan lebih dari $2, atau 9%, di atas level terendah lima minggu di $24,22 yang dicapai pada 17 Januari, sebelum dimulainya aksi beli selama dua minggu yang mengangkat logam putih tersebut.Hal yang sama tidak berlaku untuk emas. Harga logam kuning ini untuk pengiriman April ditutup turun 1,7%, ke $1,863.90. Emas April naik hanya 0,7% pada hari Senin, setelah turun 0,3% sepanjang minggu lalu.

"Logam mulia telah kehilangan kilaunya," kata Eric Scoles, ahli strategi pasar di Blueline Futures di Chicago, dalam sebuah komentar. "Prospek mendapatkan uang dengan mudah mulai terlihat jauh lebih sulit."“Perak kemungkinan turun bersama semua target lain dari mania investasi baru-baru ini. Emas telah jatuh ke dasar kisaran perdagangan yang telah terperangkap sejak awal Januari. Emas masih lemah saat ini, bearish tetapi tampaknya belum cukup untuk menembus support dan memilih arah selain sideways."

Ed Moya, ahli strategi pasar senior di OANDA New York, memiliki pandangan serupa."Aksi jual logam mulia hari ini (Selasa kemarin, red) bukanlah awal dari tren baru, tetapi dolar yang lebih kuat dan pasar saham yang berkembang pesat menimbulkan masalah untuk jangka pendek," katanya.Moya mencatat bahwa kepemilikan emas ETF turun untuk hari kelima berturut-turut, meskipun perak dapat melihat beberapa pembelian fisik yang didorong secara fundamental.

Rifanfinancindo || "Perak akan mendapatkan keuntungan dari permintaan industri yang luar biasa di tahun ini dan karena banyak pedagang ritel kemungkinan akan menyimpan koin perak mereka yang belum dikirim."Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) jatuh Rp7.000 dari Rp954.000 pada Selasa menjadi Rp947.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.28 WIB.


 

 

Selasa, 02 Februari 2021

Harga emas stabil setelah kemarin melonjak lebih dari 6%



 JAKARTA. Rifan Financindo || Harga emas turun tipis setelah menguat di awal pekan. Selasa (2/2) pukul 6.45 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.859,82 per ons troi, turun tipis 0,05% ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.860,78 per ons troi.Sejalan, harga emas kontrak pengiriman April 2021 di Commodity Exchange berada si US$ 1.862,90 per ons troi, turun 0,05% dari posisi awal pekan US$ 1.863,90 per ons troi.

Harga emas stabil setelah kemarin melesat 6,12%. Kenaikan harga emas ini sejalan dengan harga perak yang melambung akibat naiknya permintaan dari trader ritel.Harga perak spot pagi ini turun 1,74% ke US$ 28,55 per ons troi. Kemarin, harga perak melesat 7,65%.Sementara itu di pasar fisik, harga emas terangkat pemangkasan pajak impor India. India memangkas pajak impor atas emas untuk menghentikan pasokan ilegal emas.

Negara dengan permintaan emas terbesar kedua ini memangkas pajak impor emas menjadi 7,5% dari sebelumnya 12,5%. Emas merupakan salah satu komoditas paling rawan diselundupkan di India.Pemangkasan pajak impor tidak hanya akan mengurangi margin keuntungan penyelundup tapi juga menurunkan biaya bagi konsumen yang menghadapi lonjakan harga emas sepanjang pekan lalu. Kenaikan harga emas ini menekan permintaan lokal.
India mengerek pajak impor emas sebanyak tiga kali di tahun 2012 untuk menahan kejatuhan nilai tukar rupee dan mempersempit defisit perdagangan akibat impor emas. Tahun 2019, India kembali mengerek pajak impor menjadi 12,5%.Pada saat itu, penyelundupan emas menjadi lebih marak karena harga emas di India lebih tinggi minimal 15% dari harga emas internasional karena adanya pajak impor dan pajak lokal lainnya. Dengan penurunan pajak impor ini, permintaan emas dari jalur resmi berpotensi naik.


Futures emas lebih rendah selama sesi AS



 Rifan Financindo || Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan April diperdagangkan pada USD1.862,40 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 0,65%.Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.832,40 dan resistance pada USD1.878,90.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,47% dan diperdagangkan pada USD90,957.Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Maret naik 8,40% dan diperdagangkan pada USD29,175 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret naik 0,12% dan diperdagangkan pada USD3,5518 per pon. 


Senin, 01 Februari 2021

Harga emas naik tipis, perak melonjak hampir 6% akibat perburuan investor ritel

 JAKARTA. PT Rifan Financindo || Harga emas menguat tipis pada awal perdagangan pekan ini. Senin (1/2) pukul 6.38 WIB, harga emas spot berada di US$ 1.858,27 per ons troi.Harga emas tersebut menguat 0,57% ketimbang harga penutupan perdagangan pekan lalu pada US$ 1.847,5 per ons troi. Penguatan harga emas ini terjadi setelah logam mulia mencatat kinerja bulanan terburuk pada Januari lalu.

Dalam sebulan pertama 2021, harga emas melemah 2,67% dari US$ 1.898,36 di akhir tahun 2020. Ini adalah kinerja terburuk harga emas bulan Januari sejak 2011.Pelemahan emas terjadi karena penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan fokus investor pada aset yang diuntungkan oleh pemulihan ekonomi. Tapi harga emas mulai menanjak lagi di awal Februari.

"Lockdown yang diperpanjan dan makin ketat tidak akan berdampak positif bagi ekonomi," kata Carsten Brzeski, global head of macro ING Groep kepada Bloomberg. Dia menambahkan bahwa permintaan China akan turun jika terjadi lockdown lagi.Sementara harga perak juga masih melesat pada hari ini. Harga perak spot berada di US$ 28,55 per ons troi, melonjak 5,81% dalam sehari setelah pekan lalu menguat 5,86%.

Lonjakan harga perak terjadi karena situs retail kebanjiran permintaan perak batang dan koin pada Minggu. Outlet seperti Apmex yang merupakan toko produk logam mulia di Amerika utara mengatakan tidak dapat memproses order hingga pasar Asia buka karena lonjakan permintaan yang tinggi.Lonjakan harga perak ini dipicu pesan yang beredar di Reddit pada Kamis pagi mendorong investor ritel masuk ke pasar perak, saham-saham berbasis perak dan ETF dengan aset perak batangan.

PT Rifan Financindo || 
Analis menilai bahwa reli harga perak akan berumur pendek. Pasar perak yang lebih besar menyebabkan pengaruh aksi beli ritel ini tidak sesignifikan efek serupa pada saham GameStop. "Kami yakin bahwa pengaruh investor ritel ke pasar perak tidak akan bertahan lama. Permintaan industri dan institusi akan menjadi kunci untuk kenaikan jangka panjang," kata Eugen Weinberg, analis Commerzbank dalam catatan yang dikutip Reuters.