Senin, 31 Agustus 2020

Harga Emas Naik Dipicu Sinyal Fed & Pelemahan Dolar AS

 PT Rifan Financindo || Harga emas naik pada Senin (31/08) pagi dipicu meningkatnya permintaan. Tren positif logam kuning ini turut pula ditambah faktor pelemahan dolar AS dan kebijakan baru kerangka kerja Federal Reserve AS mengindikasikan suku bunga akan tetap rendah untuk beberapa waktu.Pukul 11.20 WIB, harga emas berjangka naik 0,18% ke $1.978,45 per ons dan XAU/USD menguat 0,31% di $1.970,54 menurut data Investing.com.



Minggu lalu menurut laporan yang di

lansir Reuters Senin (31/08) pagi, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral AS akan mengadopsi target inflasi rata-rata dan ini memberikan arti suku bunga acuan cenderung akan tetap rendah.Indeks dolar AS turun 0,11% ke 92,282 hingga pukul 11.23 WIB.

Jumlah kasus positif covid-19 di seluruh dunia melonjak melewati angka 25 juta pada hari Minggu, menurut data laporan. India pun mencatatkan rekor jumlah kasus harian baru.Aktivitas pabrik di Cina tumbuh melambat di bulan Agustus. 


PT Rifan Financindo || Produksi pabrik di Jepang naik selama dua bulan berturut-turut pada Juli, sementara penjualan ritel turun selama lima bulan beruntun.Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) naik Rp3.000 dari Rp1.027.000 hari Minggu menjadi Rp1.030.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.45 WIB.




Jumat, 28 Agustus 2020

Merosot Lagi, Emas Antam Masih di Atas Rp 1 Juta per Gram

  JAKARTA --  Rifanfinancindo || Harga emas Antam kembali merosot pada perdagangan Jumat (28/8) ini, setelah sempat menguat pada Kamis (27/8) kemarin. Harga emas batangan produksi Antam hari ini dibanderol dengan harga Rp 1.012.000 per gram, turun Rp 7.000 dibanding harga pada perdagangan kemarin.Turunnya harga emas Antam hari ini melanjutkan tren penurunan yang sudah terjadi sejak pekan lalu, dari harga Rp 1.058.000 per gram pada Rabu (19/8). Sementara puncak harga tertinggi, sekaligus

rekor sepanjang masa, sempat tercatat pada 7 Agustus lalu dengan harga Rp 1.065.000 per gram.

Selama pandemi Covid-19, harga emas di perdagangan dunia memang melonjak tajam. Hal ini sejalan dengan beralihnya instrumen investasi para investor, dari yang berisiko tinggi seperti pasar modal ke instrumen yang lebih aman seperti emas dan surat utang pemerintah.Pada perdagangan Kamis (27/8), harga emas di pasar dunia ditutup melemah di level 1.931,96 dolar AS per troi ons. Pelemahan harga emas terjadi setelah Bank Sentral AS mengumumkan strategi baru untuk mencapai inflasi 2 persen dan mempertahankan suku bunga rendah.

Selama pandemi, The Fed sendiri telah merilis berbagai stimulus, termasuk memangkas suku bunga sebagai mitigasi ekonomi. Hal ini ikut meroketkan harga emas di pasar dunia hingga lebih dari 28 persen sejak awal 2020.Secar

a umum, masih banyak investor yang menjadikan emas sebagai alat lindung nilai bagi aset mereka, kendati pasar dunia mulai pulih dari pandemi. Sejumlah ekonom memandang bahwa sekalipun berpeluang kembali turun, harga emas tidak akan anjlok menuju angka di bawah 1.700 dolar AS per troin ons.

Rifanfinancindo || Untuk harga buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga turun Rp 7.000, menjadi Rp 910.000 per gram. Harga jual dan harga buyback yang ditampilkan dalam berita ini merupakan harga resmi di Butik Emas Logam Mulia Pulo Gadung Jakarta, dikutip dari situs resminya.Emas memang dikenal sebagai safe haven atau instrumen investasi paling aman. Namun perlu dipahami bahwa bila Anda berminat berinvestasi emas, niatkan untuk jangka panjang. Karena emas memiliki selisih harga jual dan buyback yang cukup tinggi. Seperti pada hari ini, ada selisih Rp 102.000 per gram antara harga jual dan harga beli kembalinya.Sementara untuk harga jual perak, tercatat turun Rp 100 menjadi Rp 13.500 per gram. Sejak pandemi, perak sendiri ikut mengalami kenaikan permintaan dari industri. Seperti kita tahu, logam perak digunakan dalam berbagai industri manufaktur seperti pembuatan panel surya hingga alat elektronik.

Berikut adalah daftar harga emas batangan Antam sesuai beratnya:


0,5 gram: Rp 536.000
1 gram: Rp 1.012.000
2 gram: Rp 1.964.000
3 gram: Rp 2.921.000
5 gram: Rp 4.840.000
10 gram: Rp 9.615.000
25 gram: Rp 23.912.000
50 gram: Rp 47.745.000
100 gram: Rp 95.412.000
250 gram: Rp 238.265.000
500 gram: Rp 476.320.000
1 kg: Rp 952.600.000


 

 

 

Kamis, 27 Agustus 2020

Harga Emas Terus Turun Dipicu Aksi Ambil Untung Jelang Pidato Powell

 Rifan Financindo ||  Harga emas terus turun pada Kamis (27/08) petang menjelang pidato proyeksi ekonomi Amerika Serikat dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell.Harga emas turun 0,21% ke $1.948,40 per barel pukul 13.41 WIB dan XAU/USD juga kian melemah 0,59% ke $1.942,70 menurut data Investing.com


"Setelah naik $26 per ons semalam, aksi ambil untung jangka pendek telah menyebabkan emas melemah pada perdagang

an Asia," kata Jeffrey Halley, analis pasar senior di OANDA.Menurut laporan yang dilansir Reuters Kamis (27/08) petang, Powell menyampaikan pidatonya di konferensi tahunan bank sentral Fed pada pukul 13.10 GMT. Investor akan mencari apapun petunjuk mengenai kebijakan moneter dan inflasi bank sentral tersebut.

The Fed telah memangkas suku bunganya mendekati 0% dan mengeluarkan berbagai langkah-langkah stimulus untuk menghidupkan kembali perekonomian yang dilanda virus. Kebijakan Fed itu turut mendongkrak harga emas naik 28% sepanjang tahun ini karena dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.Meski emas bergerak turun, indeks dolar pun juga melemah 0,12% ke 92,882 samp

ai pukul 13.54 WIB.

Rifan Financindo || Selain itu, sentimen risiko agak tertekan oleh ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Cina karena Washington memasukkan 24 perusahaan Cina ke dalam daftar hitam dan Beijing dilaporkan melakukan uji coba rudal ke Laut Cina Selatan. 



Senin, 24 Agustus 2020

Harga Emas Turun Awal Pekan, Pasar Tunggu Pidato Ketua Fed

 
PT Rifan Financindo ||  Harga emas turun pada Senin (24/08) pagi dengan investor kini menanti pidato dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell di Jackson Hole pada minggu ini untuk mencari tahu kejelasan arah kebijakan moneter Amerika Serikat selanjutnya.


Pada pukul 09.08 WIB, harga emas berjangka turun 0,26% ke $1.942,00 per ons menurut data Investing.com. XAU/USD turun 0,34% di $1.934,07 dan Indeks dolar AS melemah tipis 0,08% ke 93,162.Menurut laporan yang dilans

ir Reuters Senin (24/08) pagi, Powell diperkirakan  akan membahas kebijakan moneter pada hari Kamis pada pembukaan simposium tahunan Fed Kota Kansas.

Adapun dari dunia politik, Partai Demokrat dan Republik AS masih saling menyalahkan perihal macetnya perundingan rancangan undang-undang bantuan virus pada hari Minggu. Polemik Ini muncul sehari setelah para anggota dewan AS menyetujui dana baru untuk Kantor Pos AS senilai $25 miliar.Mengutip data laporan, lebih 23,31 juta orang positif covid-19 di seluruh dunia dan 805.075 orang telah meninggal.

PT Rifan Financindo || Badan Pengawas Obat & Makanan (FDA) AS pada hari Minggu menyatakan izin penggunaan plasma darah dari pasien sembuh covid-19 sebagai pengobatan untuk penyakit tersebut.Dari tanah air pagi ini, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp4.000 dari Rp1.027.000 menjadi Rp1.023.000 menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.31 WIB.

 

Jumat, 21 Agustus 2020

Harga emas spot berkilau berkat data pengangguran AS yang meningkat

 TOKYO. Rifanfinancindo || Harga emas kembali menguat setelah data klaim pengangguran Amerika Serikat (AS) yang suram yang akhirnya memperkuat kekhawatiran akan pemulihan yang lebih lambat akibat pandemi virus corona. Selain itu, indeks dolar AS dan imbal hasil US Treasury juga melemah dan menjadi katalis bagi harga si kuning.

Mengutip Reuters, Jumat

(21/8) pukul 10.15 WIB, harga emas naik 0,2% menjadi US$ 1.945,45 per ons troi. Harga si kuning pun sudah naik 0,2% di pekan ini, setelah turun 4,5% di pekan lalu dan terburuk dalam lima bulan.

Sementara itu, harga emas berjangka AS naik 0,4% menjadi US$ 1.953.80 per ons troi.

"Penurunan dalam data pasar tenaga kerja AS, penurunan imbal hasil obligasi dan ketegangan geopolitik yang berkelanj

utan terus mendukung emas," kata ekonom National Australia Bank John Sharma.

"Kami melihat perdagangan emas antara US$ 1.920 dan US$ 1.980 dalam waktu dekat," kata dia sambil menambahkan faktor-faktor seperti risiko yang meningkat sentimen dan kemajuan dalam bidang vaksin virus corona bisa membuat permintaan emas penyok.

Reli saham teknologi di Wall Street mendorong pasar saham di kawasan Asia lebih tinggi pada hari Jumat, dan membatasi kenaikan emas.

Namun, data terbaru dari Negeri Paman Sam yang menunjukkan jumlah orang AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran naik secara tak terduga kembali di atas 1 juta pada pekan lalu. Ini menjadi kemunduran untuk pekerjaan di Negeri Paman Sam yang sedang kesulitan di tengah lumpuhnya pasar oleh pandemi virus corona.

Selain itu, hal ini mengirim indeks dolar dan US Treasury ke level rendah, dan menjadikan emas sebagai investasi yang menarik bagi investor

yang memegang mata uang lainnya.

Menambah keraguan atas pemulihan ekonomi AS yang cepat, Pejabat Federal Reserve pada hari Rabu memperingatkan bahwa pemulihan menghadapi jalan yang sangat tidak pasti, membantu emas pulih dari  penurunan 3,5% di awal pekan ini.

Rifanfinancindo ||
Sementara itu, pemerintahan Trump menolak untuk mengakui rencana untuk bertemu dengan China atas kesepakatan perdagangan Fase 1 setelahnya kementerian perdagangan di Beijing mengatakan pembicaraan bilateral akan dilakukan diadakan "dalam beberapa hari mendatang". 



Rabu, 19 Agustus 2020

Harga Emas Kian Bergerak Turun Jelang Rilis Risalah Fed

 PT Rifan Financindo || Harga emas kian bergerak turun di bawah $2.000 per ons pada Rabu (19/08) petang dengan investor kini menunggu risalah pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve AS.Harga emas berjang

ka turun 0,72% ke $1.998,55 per ons pukul 13.28 WIB dan XAU/USD berkurang 0,57% di $1.990,62 menurut data Investing.com.


Sedangkan dari Indonesia, harga emas Antam (JK:ANTM) naik Rp8.000 dari Rp1.050.000 pada Selasa kemarin menjadi Rp1.058.000 menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.50 WIB.


"Emas telah mencatatkan kenaikan 3% selama dua hari terakhir, membuat harga logam ini rentan terhadap aksi ambil untung" kata ahli strategi DailyFx Margaret Yang sebagaimana dikutip dari Reuters Rabu (19/08) petang.

Indeks dolar AS stabil di 92,263 pukul 13.31 WIB.

Dolar AS, juga dianggap sebagai tempat berlindung yang aman, telah kehilangan daya tariknya baru-baru ini setelah bank sentral AS meluncurkan rentetan langkah-langkah stimulus fiskal dan memangkas suku bunganya mendekati nol untuk menahan dampak kerusakan ekonomi akibat merebaknya wabah covid-19.

Pasar kini juga menunggu rilis risalah rapat kebijakan terakhir dari Fed pada pukul 1800 GMT.

Harga emas spot kemungkinan menguji titik support di $1.978 per ons, menyusul kegagalannya untuk menembus resistance $2.014, kata analis teknikal Wang Tao.


Harga Emas Turun Rabu Pagi, Pasar Fokus Notulen Rapat Fed



PT Rifan Financindo ||
Harga emas kembali turun pada Rabu (19/08) pagi tapi tetap bertahan di sekitar level $2.000 per ons dan investor kini menunggu risalah rapat kebijakan terakhir Federal Reserve hari ini.

Harga emas berjangka turun 0,52% ke $2.002,65 per ons pukul 09.11 WIB dan XAU/USD turun 0,48% di $1.992,43 menurut data Investing.com. Sebaliknya, indeks dolar AS naik tipis 0,02% di 92,273

Menurut laporan Reuters Rabu (19/08) pagi, pergerakan itu muncul setelah rilis data positif perumahan di AS dan investor terus mencari tanda-tanda bahwa kebuntuan politik tampaknya berkurang terkait putaran stimulus baru untuk mendukung e

konomi yang dilanda pandemi covid-19 .

Sudah lebih 22,03 juta orang dilaporkan positif covid-19 di seluruh dunia dan 774.989 telah meninggal dunia, menurut data laporan.

Ekspor negara Jepang turun 19,2% pada bulan Juli dari tahun sebelumnya, mencatatkan penurunan dua digit selama lima bulan berturut-turut, Data Kementerian Keuangan Jepang menunjukkan.

Pasar akan menunggu rilis dari risalah pertemuan terbaru Fed pada pukul 1800 GMT yang mungkin bisa memberi lebih banyak petunjuk tentang proyeksi suku bunga mendatang.

Dari tanah air pagi ini, harga emas Antam (JK:ANTM) naik Rp8.000 dari Rp1.050.000 pada Selasa kemarin menjadi Rp1.058.000 menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia hingga pukul 08.50 WIB. 



Jumat, 14 Agustus 2020

Emas Kembali Berkilau, Naik 2,5% Jadi USD1.954/Ounce

 JAKARTA -  PT Rifan Financindo ||  Harga emas naik sebanyak 2,5% pada perdagangan Kamis waktu setempat. Emas pun rebound dari level terendah, karena dolar Amerika Serikat (AS) merosot dan pemulihan ekonomi yang lambat di pasar tenaga kerja imbas pandemi virus corona.

Harga emas di spot naik 1,9% menjadi USD1.954.37 per ounce, setelah tergelincir di bawah level USD1.900 pada Rabu. E

mas berjangka AS ditutup naik 1,1% menjadi USD1.970,40.

Klaim pengangguran AS turun di bawah satu juta untuk pertama kalinya sejak merebaknya pandemi, meski masih ada 28 juta orang menerima cek pengangguran. Hal ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja masih melemah.

“Klaim awal masih berjalan pada tingkat yang sangat tinggi, dan jalan masih panjang. Dolar turun 0,4% terhadap saingannya, mendukung daya tarik emas bagi mereka yang memegang mata uang lain, karena Washington terus berada di jalan buntu atas stimulus tambahan," ujar kata Analis ED&F Man Capital Markets Edward Meir, dilansir dari CNBC, Jumat (14/8/2020).

Federal Reserve pun mem

peringatkan pertumbuhan AS akan terus turun sampai virus corona diatasi. Di sisi lain, investor menanti hasil pertemuan antara Amerika Serikat dan China pada 15 Agustus.

“Faktor yang mendasari pasar tidak berubah secara signifikan. Fakta bahwa emas tidak bergerak lebih tinggi ketika ketegangan Tiongkok-AS meningkat selama akhir pekan," kata Analis StoneX Rhona O'Connell dalam catatannya.

Sementara itu, harga perak naik 4,6% menjadi USF26,73 per ounce, platinum naik 2,6% menjadi USD955,50 dan paladium naik 1,9%.


Dalam perdagangan Rabu 12 Agustus, harga emas kembali naik setelah sebelumnya turun di bawah level USD1.900. Hal tersebut karena data ekonomi yang suram menggarisbawahi kekhawatiran atas perlambatan yang disebabkan pandemi.

Spot emas naik 1,4% menjadi USD1,937.42 per ounce, setelah sebelumnya turun 2,5%. Emas berjangka AS ditutup naik 0,1% menjadi USD1.949.

"Penurunan itu adalah koreksi yang sehat, ini memungkinkan lebih banyak orang untuk masuk, sehingga harga akan rally lagi dan pada akhir tahun kita akan melihat level tertinggi dan baru sepanjang masa dengan emas di USD2.

500 per ounce dan perak di USD35," kata Kpala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Stre

ible.

Langkah stimulus besar cenderung mendukung emas, yang sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

PT Rifan Financindo ||  Kekhawatiran atas kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi membuat ekonomi Inggris menyusut hingga 20,4% pada kuartal kedua. Hal tersebut mendukung daya tarik emas bersama dengan melemahnya dolar, yang turun 0,3%.