Senin, 12 April 2021

Harga Emas Kian Turun Imbas Penguatan Dolar AS


 PT Rifan Financindo || Harga emas kian turun pada Senin (12/04) petang meski imbal hasil obligasi AS turun dan dolar AS bergerak menguat.Harga emas berjangka terus turun 0,28% ke $1.739,85 per troy ons pukul 13.30 WIB menurut data Investing.com.

"Data yang lebih kuat dari perkiraan menunjukkan inflasi akan meningkat lebih cepat dari yang diharapkan dalam beberapa bulan mendatang, yang mengarah pada kenaikan imbal hasil riil, memberikan tekanan pada emas," kata ahli strategi DailyFX Margaret Yang kepada Reuters.

Data positif dari AS juga membuat investor berpaling dari logam kuning safe haven. indeks harga produsen bulan Maret yang dirilis pada hari Jumat mencatat kenaikan tahunan tertinggi dalam sembilan setengah tahun. Data lebih lanjut akan dirilis sepanjang minggu, termasuk indeks harga konsumen pada hari Selasa, Beige Book Fed pada hari Rabu, dan penjualan ritel serta data produksi industri pada hari Kamis.

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan ekonomi AS berada pada "titik perubahan" dalam wawancara pada hari Minggu. Sementara ia berharap inflasi dan perekrutan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, ia juga mengingatkan tentang berbahayanya jika pembukaan kembali yang tergesa-gesa mengarah pada peningkatan berkelanjutan dalam kasus COVID-19.Powell juga akan berbicara di Economic Club of Washington pada hari Rabu."Pasar Asia Pasifik diperkirakan akan dibuka lebih tinggi, tetapi diperdagangkan lebih rendah pagi ini, meningkatkan permintaan untuk aset yang aman dan dolar memenangkan perlombaan itu, memberikan tekanan lebih lanjut pada emas," tambah Yang.

PT Rifan Financindo || Dolar, yang biasanya bergerak berbanding terbalik dengan emas, naik tipis pada hari Senin. Pukul 13.37 WIB, indeks dolar AS naik 0,10% ke 92,255. Sedangkan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terus melemah 0,55% ke 1,657 hingga pukul 13.38 WIB.Pada logam mulia lainnya, perak turun 0,4, paladium berkurang 0,3% dan platinum turun 0,8%.Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) turun Rp1.000 dari Rp927.000 pada hari Minggu menjadi Rp926.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.20 WIB.


 

Jumat, 09 April 2021

Harga Emas Kembali Turun, Investor Cermati Langkah Kebijakan the Fed

Rifanfinancindo ||  Harga emas terus turun pada Jumat (09/04) petang meski jumlah klaim pengangguran AS kembali bertambah dan ini sedikit menopang kenaikan mingguan logam kuning lebih dari 1%.Harga emas berjangka kian turun 0,55% di $1.748,60 per troy ons pukul 14.03 WIB menurut data Investing.com dan logam kuning tercatat naik 1,28% pekan ini.

Investor terus mencerna komentar baru dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang membela sikap dovish bank sentral selama acara Dana Moneter Internasional (IMF) pada hari Kamis.Ia menambahkan sikap ini hanya akan berubah setelah beberapa bulan berturut-turut rilis data tercatat positif. Presiden Fed St. Louis James Bullard pun menambahkan pada pertemuan terpisah di Southern Illinois University bahwa bank sentral seharusnya tidak mendiskusikan perubahan hingga ada tanda-tanda yang jelas bahwa pandemi COVID-19 telah berakhir.

Seiring langkah The Fed terus mempertahankan pendiriannya, di seberang Atlantik, Bank Sentral Eropa (ECB) membahas kenaikan yang lebih rendah dalam pembelian obligasi, menurut risalah dari pertemuan Maret yang dirilis pada hari Kamis .Di sisi data, klaim pengangguran di AS tanpa diduga naik menjadi 744.000, lebih besar dari 680.000 klaim menurut perkiraan yang disiapkan oleh Investing.com dan 728.000 klaim yang diajukan selama minggu sebelumnya.

Rifanfinancindo || Pada logam mulia lainnya, perak jatuh 1,32% ke 25,247, palladium naik 0,17% di 2.632,50 dan platinum berkurang 1,15% di 1.221,50 pukul 14.07 WIB.Dari dalam negeri, harga emas Antam (JK:ANTM) naik Rp9.000 dari Rp922.000 pada Kamis menjadi Rp931.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.26 WIB.





Kamis, 08 April 2021

Harga Emas Turun Usai Naik 4 Hari Berturut-turut


 CHICAGO -  Rifan Financindo ||  Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena aksi ambil untung dari kenaikan empat hari beruntun dan sehari setelah mencapai level tertinggi lebih dari satu minggu.Data ekonomi yang kuat dari Amerika Serikat mendukung harapan pemulihan cepat yang meredupkan daya tarik logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, turun USD1,40 atau 0,08% menjadi ditutup pada USD1.741,60 per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (6/4/2021), emas berjangka melonjak USD14,2 atau 0,82% menjadi USD1.743, setelah menyentuh posisi tertinggi sesi di USD1.746,55.Emas berjangka naik tipis USD0,4 atau 0,02% menjadi USD1.728,80 pada Senin (5/4/2021), setelah terangkat USD12,8 atau 0,75% menjadi USD1.728,40 pada Kamis (1/4/2021), dan melambung USD29,6 atau 1,76% menjadi USD1.715,60 pada Rabu (31/3/2021).

"Jika kita mendapatkan kekuatan berkelanjutan dalam laporan ekonomi, saya kira kita akan melihat kemungkinan yang lebih besar dari kenaikan suku bunga ... imbal hasil meningkat. Yang pada akhirnya akan berdampak negatif pada emas," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments. Emas yang tidak memberikan imbal hasil sangat sensitif terhadap suku bunga yang lebih tinggi, karena meningkatkan peluang kerugian untuk memegang aset tersebut.

Data pada Selasa (6/4/2021) menunjukkan lowongan pekerjaan AS naik ke level tertinggi dua tahun pada Februari, sementara penguatan permintaan domestik membantu perekrutan di tengah peningkatan vaksinasi Covid-19 dan bantuan pandemi tambahan dari pemerintah.Sementara itu, Federal Reserve AS tetap berhati-hati tentang berlanjutnya risiko pandemi virus corona dan berkomitmen untuk memberikan dukungan kebijakan moneter sampai rebound lebih aman, risalah rapat bank sentral untuk Maret menunjukkan.

"Tidak banyak indikasi tentang apa yang akan mereka lakukan (berkenaan dengan suku bunga) yang membuatnya jelas bahwa untuk klarifikasi nyata kita harus menunggu dan melihat apa yang terjadi dengan berita ekonomi," kata Sica.Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan prospeknya untuk pertumbuhan ekonomi global lagi pada Selasa (6/4/2021), memperkirakan output dunia akan naik 6,0 persen tahun ini, tingkat yang tidak terlihat sejak tahun 1970-an.

Rifan Financindo || S&P 500 menambah keuntungan, sementara indeks dolar naik tipis setelah Fed merilis risalah pertemuannya.Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik dua sen atau 0,08 persen, menjadi ditutup pada USD25,247 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun 8,6 dolar AS atau 0,69 persen, menjadi ditutup pada USD1.231,9 per ounce. 



Rabu, 07 April 2021

Harga Emas Turun Tipis di Tengah Meningkatnya Harapan Pemulihan Ekonomi

 PT Rifan Financindo  ||  Harga emas turun tipis pada Rabu (07/04) petang setelah sejumlah pengumuman data positif mendorong harapan untuk pemulihan ekonomi yang cepat dari COVID-19.Harga emas berjangka turun tipis 0,01% di $1.742,75 per troy ons pukul 13.40 WIB menurut data Investing.com. Indeks dolar AS juga sedikit melemah 0,01% di 92,338 dan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun 0,63% di 1,646 pukul 13.38 WIB.

Di AS, laporan lowongan kerja JOLT hari Selasa untuk bulan Februari menyebut peningkatan lowongan ke level tertinggi dua tahun di 7,367 juta dan menambahkan bahwa perekrutan juga mencatat rekor terbesar kenaikan dalam sembilan bulan. Sementara itu, Indeks Manajer Pembelian Jasa Caixin China untuk bulan Maret adalah 54,3. Investor sekarang menunggu data China lebih lanjut yakni indeks Harga Konsumen dan Harga Produsen, yang akan dirilis pada hari Jumat.

IMF juga memperkirakan pertumbuhan global dapat mencapai 6% pada tahun 2021 saat pembukaan pertemuan musim semi 2021 yang diselenggarakan bersama dengan Bank Dunia pada 5 April silam. Angka tersebut merupakan ekspansi terkuat dalam setidaknya empat dekade, berkat anggaran pengeluaran publik yang belum pernah terjadi sebelumnya, terutama dari AS, untuk memerangi COVID-19. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlanjut secara virtual hingga 11 April.

Terkait COVID-19, Presiden AS Joe Biden menaikkan target kelayakan vaksin COVID-19 untuk semua orang dewasa Amerika hingga 19 April, semakin memperluas peluncuran vaksin.SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar secara global, mengungkap kepemilikannya turun 0,4% menjadi 1.029,04 ton pada hari Selasa dari 1.032,83 ton pada hari Senin.

PT Rifan Financindo ||
Untuk logam mulia lainnya, perak turun 0,11% di 25,198 dan paladium turun 0,19% ke 2.679,50, sedangkan platinum naik 0,31% ke 1.248,80 pukul 13.53 WIB.Dari tanah air, harga emas Antam (JK:ANTM) melonjak Rp14.000 dari Rp920.000 pada Selasa menjadi Rp924.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.27 WIB.


 

 

Selasa, 06 April 2021

Emas naik tipis 0,4 dolar ditopang pelemahan "greenback"

 Chicago ( Rifanfinancindo ) - Harga emas sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) terangkat oleh pelemahan dolar, tetapi kenaikan Wall Street yang dipicu harapan untuk pemulihan ekonomi cepat menyusul data pekerjaan dan sektor jasa AS yang kuat membatasi keuntungan logam mulia.Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi COMEX New York Exchange, naik tipis 0,4 dolar AS atau 0,02 persen menjadi ditutup pada 1.728,80 dolar AS per ounce. Bursa emas tutup pada Jumat (2/4/2021) untuk libur Paskah. Sebelumnya, Kamis (1/4/2021), emas berjangka melonjak 12,8 dolar AS atau 0,75 persen menjadi 1.728,40 dolar AS.

Emas berjangka juga melambung 29,6 dolar AS atau 1,76 persen menjadi 1.715,60 dolar AS pada Rabu (31/3/2021), setelah anjlok 28,6 dolar AS atau 1,67 persen menjadi 1.686 dolar AS pada Selasa (30/3/2021), dan terpuruk 20,10 dolar AS atau 1,16 persen menjadi 1.712,20 dolar AS pada Senin (29/3/2021)."Ada optimisme luas untuk pemulihan ekonomi AS ... Pasar saham AS yang kuat secara teknis merupakan lingkungan yang sulit untuk emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Indeks S&P 500 dan Dow mencapai rekor tertinggi di tengah data yang menunjukkan ekonomi AS menciptakan lapangan kerja terbanyak dalam tujuh bulan pada Maret. Data Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (2/4/2021), menunjukkan 916.000 pekerjaan ditambahkan pada bulan tersebut, hasil terbaik dari ukuran ini. sejak Agustus.Sementara itu, ukuran aktivitas sektor jasa melonjak ke rekor tertinggi. Institute for Supply Management melaporkan indeks manajer pembelian sektor jasa-jasa naik ke level tertinggi sepanjang masa di 63,7 pada Maret, naik dari 55,3 pada Februari.

Dolar mencapai level terendah lebih dari satu minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Emas juga mendapat dukungan dari laporan Departemen Perdagangan AS pada Senin (5/4/2021) bahwa pesanan pabrik turun 0,8 persen pada Februari setelah melonjak 2,7 persen pada Januari.Sementara itu, pengumuman Presiden AS Joe Biden tentang rencana belanja infrastruktur dua triliun dolar AS yang telah lama ditunggu-tunggu minggu lalu telah memicu kekhawatiran tentang inflasi.

"Stimulus bersifat inflasi dan berpotensi  untuk emas dalam jangka panjang, dan juga perak, tetapi pada jangka pendek pedagang fokus pada aspek ekonomi positif dari paket stimulus," kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.Investor juga menunggu risalah dari pertemuan kebijakan terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dirilis pada Rabu (7/4/2021) untuk arahan.

"Sejauh ini, The Fed cukup berkomitmen untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga akhir 2023, tetapi jika inflasi meningkat ... maka mereka akan mencapai tujuan jangka panjang lebih cepat dari yang diharapkan," kata Jigar Trivedi, analis komoditas pada Anand Rathi Shares yang berbasis di Mumbai."Jika itu terjadi, kami akan melihat kenaikan suku bunga dan itu akan berdampak negatif bagi harga emas."

 ( Rifanfinancindo ) Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 16,8 sen atau 0,67 persen menjadi ditutup pada 24,78 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik 1,2 dolar AS atau 0,1 persen menjadi ditutup pada 1.209,8 dolar AS per ounce.



 

 

 

 

Senin, 05 April 2021

Melemah 10,04% di kuartal I-2021, begini proyeksi kinerja emas selanjutnya

 JAKARTA. Rifan Financindo ||  Kinerja komoditas logam mulia pada kuartal I-2021 cenderung beragam. Di mana, platinum berhasil menjadi komoditas dengan kinerja terbaik setelah menguat 10,76% dalam tiga bulan pertama tahun ini.Disusul paladium yang tumbuh 7,30% pada kuartal I-2021. Lalu perak dan emas justru sama-sama berada di teritori negatif, setelah perak melemah 7,52% dan emas merosot 10,04%.

Division Manager PT Royal Trust Futures Suluh Adi Wicaksono mengatakan, alasan platinum dan paladium masih berhasil mencatatkan kinerja positif di saat emas dan perak tertekan tidak lepas dari fungsi keduanya yang berbeda. Di saat emas dan perak cenderung dilepas, platinum dan paladium justru mengalami kenaikan permintaan dari pasar global.

“Pada kuartal I-2021, permintaan terhadap platinum dan paladium mengalami kenaikan seiring industri manufaktur yang juga mulai pulih di mana data PMI China dan Amerika Serikat terus membaik. Sedangkan emas dan perak mengalami koreksi akibat nilai spotnya yang tertekan oleh kenaikan dolar AS,” jelas dia kepada Kontan.co.id, Sabtu (3/4).Walau emas mengalami koreksi, Suluh menyebut kinerja dalam kurun waktu tiga bulan tersebut tidak dapat dijadikan patokan untuk kinerja selanjutnya. Menurutnya, kondisi emas lebih dipengaruhi oleh sentimen pergerakan yield US Treasury.

Suluh pun justru optimistis, emas akan mulai membaik pada kuartal II-2021. Hal tersebut juga disokong secara teknikal setelah harga emas pada daily chart sudah double bottom di level US$ 1.677 per ons troi dan mulai rebound. Secara umum, sentimen-sentimen yang akan menjadi penggerak harga komoditas logam mulia akan datang dari kelanjutan kebijakan stimulus fiskal maupun moneter dari bank-bank sentral.

“Lalu, seberapa cepat pandemi bisa ditekan dengan program vaksinasi massal, serta tren pergerakan dolar AS ke depan. Oleh karena itu, pelaku pasar bisa ambil momen untuk melakukan aksi beli ketika ada kesempatan,” tambah Suluh.Sepanjang tahun 2021, Suluh memperkirakan emas akan bergerak pada kisaran US$ 1.750 per ons troi, dengan potensi ditutup di US$ 1.800 per ons troi pada akhir tahun.

Rifan Financindo || Sementara untuk perak, ia memproyeksikan harganya akan ada di US$ 27 per ons troi dengan target akhir tahun di US$ 30 per ons troi. Lebih lanjut, untuk paladium dan platinum, ia memproyeksikan harganya masih akan merangkak naik. Dengan target harga paladium di akhir tahun bisa menyentuh US$ 2.900 per ons troi dan platinum menuju US$ 1.250 per ons troi. 



Kamis, 01 April 2021

Harga emas stabil setelah mencatat penurunan 10% di kuartal pertama


 JAKARTA. PT Rifan Financindo ||  Harga emas cenderung stabil setelah kemarin melonjak tinggi. Kamis (1/4) pagi ini, harga emas spot berada di US$ 1.708,33 per ons troi, naik tipis ketimbang harga penutupan perdagangan kemarin pada US$ 1.707,71 per ons troi.Sedangkan harga emas kontrak Juni 2021 di Commodity Exchange berada di US$ 1.709,30 per ons troi. Harga emas berjangka ini turun 0,37% dari harga penutupan perdagagan kemarin.

Pada Rabu (31/3), harga emas spot menguat 1,33% ke US$ 1.707,71 per ons troi dan harga emas kontrak Juni 2021 menguat 1,75% ke US$ 1.715,60 per ons troi. Kedua harga tersebut melonjak setelah anjlok di bawah level US$ 1.690 per ons troi di hari sebelumnya.Selain karena rebound dari level rendah, kenaikan harga emas kemarin juga ditopang oleh pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Tapi, kenaikan yield obligasi AS, US Treasury menahan kenaikan harga.Secara kuartalan, harga emas spot tercatat turun 10,04%. Ini adalah kinerja kuartalan terburuk harga emas sejak akhir Desember 2016.

"Kami melihat imbal hasil obligasi stabil dan dolar melemah dari level tertinggi baru-baru ini sehingga ada sedikit pergerakan emas dari posisi terendah," kata David Meger, direktur perdagangan logam High Ridge Futures kepada Reuters.Dia menambahkan, rencana stimulus struktural yang sangat besar dari Presiden AS Joe Biden telah berkontribusi pada kekhawatiran atas inflasi dan akan mendukung pasar emas. "Pasar sedang mengamati untuk melihat apakah level support US$ 1.680 akan bertahan atau tidak," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas TD Securities.Emas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Tetapi kenaikan imbal hasil Treasury menyebabkan instrumen ini lebih menarik jika dibandingkan dengan emas yang tidak memiliki bunga.


Futures emas lebih tinggi selama sesi AS


PT Rifan Financindo ||  Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Juni diperdagangkan pada USD1.710,45 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 1,45%.Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1.676,50 dan resistance pada USD1.744,80.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,12% dan diperdagangkan pada USD93,213.Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Mei naik 1,23% dan diperdagangkan pada USD24,433 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Mei naik 0,31% dan diperdagangkan pada USD3,9910 per pon.